Berita

Baru di PHK? Bisa Daftar Kartu Pra Kerja

FaseBerita.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk mempercepat realisasi program Kartu Pra Kerja 2020 secara nasional. Hal ini dilakukan untuk mengatasi potensi banyaknya pemutusan hubungan kerja ( PHK) imbas wabah virus corona (Covid-19).

Kebijakan ini akan diberlakukan di Kota Siantar.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Siantar Lukas Barus mengatakan sesuai imbauan dari gubernur melalui Disnaker Provinsi agar seluruh pegawai yang bekerja di perusahaan swasta mendaftarkan diri ke Disnaker untuk menerima kartu prakerja bagi pegawai yang dirumahkan ataupun di PHK.

“Mereka langsung mendaftarkan ke kantor kita dan membawa surat keterangan dari perusahaan menyatakan dirumahkan atau di PHK,” ujarnya.

Dia juga mengatakan kalau kartu pra kerja itu berfungsi untuk bantuan pelatihan berupa dana platihan.

“Bantuannya bukan berbentuk bansos ya. Tetapi bantuan berupa dana pelatihan yang diberikan yang hanya diterima satu kali saja,” terangnya lagi.

Untuk sejauh ini, Lukas mengatakan kalau mereka sudah banyak menerima pendaftaran dari masyarakat.

“Hari ini kita mulai membuka pendaftaran dan sampai siang ini sudah berkisar 150 orang. Kalau untuk batas pendaftaran untuk sementara sampai tanggal 14 April 2020. Karena belum ada batas yang ditentukan dari provinsi,” terangnya sembari mengatakan siapa pun yang telah mendaftar akan langsung dikirimkan ke Medan.

Terpisah, salah seorang masyarakat yang mengaku bernama Tommy yang pekerjaan sebelumnya adalah buruh harian di salah satu perusahaan swasta di pasar Horas.

Dia mengatakan telah di PHK tanpa pesangon karena pengakuan dia kalau tempat dia bekerja orang yang berbelanja sunyi.

“Sudah seminggu lebih saya di PHK dan sampai hari ini saya belum mendapatkan pekerjaan. Saya di PHK karena orang yang belanja semakin lama semakin sunyi sehingga satu persatu kami di PHK dengan alasan tidak sanggup membayar lagi,” ujarnya.

Dia berharap kepada pemerintah setempat agar adalah solusi bagi pekerja harian yang di PHK.

“Saya berharap lah kepada pemerintah agar adalah solusi nya karena kami juga butuh makan. Saya juga sudah berusaha buat lamar pekerjaan ke sana ke mari,” tutupnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk mempercepat realisasi program Kartu Pra Kerja 2020 secara nasional. Hal ini dilakukan untuk mengatasi potensi banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) imbas wabah virus corona (Covid-19).

Pelaksanaan dan penyesuaian fokus dari Program Kartu Pra Kerja tersebut akan dipercepat sebagai salah satu langkah implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Re-focusing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa untuk Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Selain itu, tujuannya juga untuk memberi perlindungan sosial dan menanggulangi dampak negatif dari wabah Covid-19 terhadap perekonomian nasional. Dikutip dari keterangan resminya, Senin (6/4/2020), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Program Kartu Pra Kerja kini telah disesuaikan.

Tak hanya diutamakan bagi pekerja dan pencari kerja muda, namun juga mereka yang terkena dampak langsung dari kejadian luar biasa Covid-19. “Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 20 triliun untuk hal ini. Kami berharap program ini dapat membantu daya beli para pekerja serta pelaku usaha mikro dan kecil yang mengalami penurunan pendapatan dan/atau kehilangan mata pencaharian,” jelas Airlangga.

Besaran Insentif

Terbaru, pemerintah memutuskan menambah anggaran Program Kartu Pra Kerja dari semula Rp 10 triliun, menjadi Rp 20 triliun. Nilai manfaat yang diterima peserta juga akan meningkat. Masing-masing bakal mendapatkan Rp 3.550.000 selama menjalani program tersebut.

Jika dirinci, insentif tersebut meliputi biaya bantuan pelatihan sebesar Rp 1.000.000 yang tak bisa dicairkan (hanya untuk biaya pelatihan), lalu insentif penuntasan pelatihan sebesar Rp 600.000 per bulan selama empat bulan (jika sudah menyelesaikan pelatihan), dan insentif survei kebekerjaan sebesar Rp 150.000.

Skema insentif dan pelatihan Kartu Pra Kerja Dana insentif tersebut akan ditransfer dalam beberapa tahap selama 3-4 bulan yang masuk ke rekening bank atau dompet digital peserta program tersebut jika telah diterima segera setelah menyelesaikan satu pelatihan di platform digital mitra Kartu Pra Kerja. Peserta program lalu bisa mengikuti pelatihan yang diselenggarakkan secara online.

Setelah selesai mengikuti pelatihan, peserta program nantinya akan mendapatkan sertifikat pelatihan dari lembaga yang diikutinya. Pembayaran hingga pemilihan tempat pelatihan peserta Kartu Pra Kerja dilakukan dengan menggandeng sejumlah marketplace dan situs-situs yang menyelenggarakan pelatihan digital.

Mitra pembayaran dalam program ini di antaranya seperti Bukalapak, Tokopedia, Skill Academy, Pintaria, Pijar, Maubelajarapa, dan Sekolahmu. Sementara untuk mitra pembayarannya menggunakan Link Aja, OVO, dan Bank BNI.

Hingga saat ini, terdapat delapan platform marketplace yang bakal menjadi perantara antara lembaga pelatihan dan pencari kerja. Kedelapan platform tersebut adalah Tokopedia, Bukalapak, Skill Academy by Ruangguru, MauBelajarApa, HarukaEdu, PijarMahir, Sekolah.mu dan Sisnaker. (Mag 04/kps)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button