Berita

Barang Dagangan Diangkut, Pedagang Histeris Hadang Mobil Satpol PP

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Seorang Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Patuan Anggi, histeris setelah petugas Satpol PP mengangkut barang dagangannya. Sempat terjadi ketegangan, bahkan wanita yang diketahui boru Sitorus tersebut berusaha menghadang mobil petugas dengan cara menyandarkan tubuh ke mobil penegak Perda tersebut.

Sambil menangis, Boru Sitorus membenarkan kalau dia berjualan di badan jalan. Namun, saat petugas Satpol PP datang, dia dan anaknya sedang bergegas membenahi barang dagangannya, untuk segera pindah dari badan jalan tersebut. Belum selesai mereka berkemas, petugas langsung menyita barang dagangan mereka dan mengangkutnya ke mobil patroli.

“Mau memasukkannya aku ke dalam karung, tiba-tiba langsung diangkat,” kata Boru Sitorus sambil terisak.

Anehnya kata dia lanjut bercerita, saat itu bukan hanya dia yang berjualan di badan jalan, masih ada beberapa pedagang lainnnya. Namun, yang paling sedih dia rasakan, hanya dagangannya yang diangkut petugas.

“Banyaknya yang jualan, di sebelah kiri ini, sebelah kanan trotoar ini, tapi belum diangkat. Kalau dibilang orang itu gak boleh jualan di trotoar, digusurlah semua. Ini, aku aja yang digusur. Disuruh orang itu geser, awak gesernya,” ketusnya.

Dia mengaku kalau barang dagangannya tersebut masih ngutang. Diapun tak tahu harus bagaimana untuk mempertanggung jawabkannya kepada toke pemberi barang.

“Jualan sayur-sayurnya aku. Jualan itupun belum kubayar itu, nanti dipenjarakan tokelah aku. Gak dikasih toke lagi sama aku barang, kalau gak kubayar itu,” isaknya.

Meski tahu salah berjualan di luar areal Pasar Nauli, boru Sitorus mengaku nekat karena melihat pedagang lainnya juga mengangkuti barang dagangannya dari areal Pasar Nauli dan menggelarnya di badan jalan. Tak hanya itu, alasan lainnya nekat jualan di badan jalan, karena kondisi lapak miliknya yang sempit.

“Keluar orang, keluar aku. Namanya cari makan, apalagi beginilah pahitnya pencaharian. Adanya kios kami di dalam, tapi kecil. Kalau untuk janda yang gak punya anak, bisalah di situ. Aku, banyak anakku, mana muat di situ. Kami pun gak bayarnya jualan di luar, mencilok-ciloknya. Kalau datang Satpol PP, kami tutup,” ungkapnya.

Ditanya seputar barang dagangannya yang diangkut petugas, boru Sitorus mengaku tidak punya uang membayar ongkos becak untuk menjemputnya ke kantor Satpol PP. “Tanggal merahnya sekarang, PNS pun libur. Gak ada ongkos becakku menjemput barang itu. Lakuku saja gak ada. Kalau ada tadi uangku beli sesolup boras, sudah pulang aku,” pungkasnya.

Terpisah, Sekretaris Satpol PP Sibolga, Faisal Lubis dalam keterangannya mengaku, penertiban yang mereka lakukan, selain untuk penataan pasar, juga untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selama ini berkurang karena adanya PKL.

“Kegiatan ini rencana penertiban dan penataan Pasar Nauli Sibolga. Banyak kita lihat pedagang-pedagang yang tidak tertib. Yang pertama sekali, kita sangat dirugikan. Artinya apa, objek-objek PAD kota Sibolga itu menjadi menurun. Kemudian, kegiatan ini merupakan pengimplementasian surat tugas dari Kasatpol PP. Dimana kami diperintah untuk terus melakukan penataan dan penertiban pedagang pasar, terutama di Jalan Patuan Anggi dan sekitarnya,” terang Faisal.

Terkait penertiban, dia mengaku sudah sesuai dengan SOP. “Yang pingsan itu, tidak ada. Karena, kami petugas Satpol PP dalam menegakkan peraturan daerah, mempunyai prinsip persuasif dan edukatif. Walaupun kita dicaci, dimaki di sana, kita tetap tidak melakukan perlawanan. Ini terbukti pagi tadi, ketika kita mengamankan dagangan pedagang tersebut, kita sampaikan kepada pedagang, silahkan ambil ke kantor. Di sini, kita layani dengan baik,” katanya.

Diterangkannya, seperti biasa, mereka patroli dari mulai pagi hingga sore. Sebelum dilakukan penertiban, pihaknya selalu terlebih dahulu memperingati para PKL untuk segera masuk dan menempati lapak yang ada di dalam areal pasar. Untuk PKL yang membandel, akan dilakukan tindakan tegas dengan mengangkut dagangannya ke kantor Satpol PP.

“Kejadian sore ini, itu diawali dengan kegiatan patroli siang hari. Sifatnya, dari pagi sampai sore. Waktu kita lewat siang tadi, sudah kita ingatkan semua pedagang. Ternyata, sorenya kita balik lagi, masih kita temukan jualan di situ. Tadi pun sudah kita ingatkan semua pedagang, untuk mengamankan barang dagangannya. Tadi ibu ini (boru Sitorus) kami tanya, ini barang siapa, gak ada yang ngaku pertama. Kalau gak salah, barang ibu ini posisinya di depan Toko SBR. Kedua kalinya kita datang begitu juga, gak ada yang ngaku. Kalau tukang nenas dan boru Situmeang yang memaki anggota saya, sudah masuk ke dalam. Khusus ibu ini (boru Sitorus) dia sendiri yang menghamburkan dagangannya ke jalan, dia sendiri yang menghantamkan badannya ke mobil Satpol. Prinsipnya, dalam penegakan perda ini, kami tidak ada membeda-bedakan. Bagi kita, yang terbaik, mereka bisa berjualan dengan aman. Silahkan pergunakan fasilitas di dalam pasar,” tukasnya.

Ditimpali Kasubbag program dan keuangan, Sahman Pane yang juga bertugas sebagai penyidik Satpol PP yang mengatakan, sesuai kesepakatan rapat yang pernah digelar bersama instansi terkait, jualan di sepanjang Jalan Patuan Anggi hanya sampai pukul 07.00 WIB.

“Izin tidak ada dari Pemko Sibolga (berjualan di Jalan Patuan Anggi). Artinya kesepakatan. Kemarin ada rapat dengan Dinas Perhubungan, Pasar, SPSI, UPT parkir. Kita sepakati itu, berjualan hanya sampai jam 07.00 WIB.

Jam 07.00 WIB sudah tidak ada di situ lagi barang dagangan, baik bungkus-bungkusan. Tetapi pada saat rapat itu, kami sampaikan, penertiban dilakukan pertama oleh SPSI dari jam 07.00 WIB sampai jam 08.00 WIB. Setelah jam 08.00 WIB pedagang belum tertib, maka Satpol PP-lah yang masuk,” pungkasnya sembari mengimbau kepada seluruh pedagang Pasar Nauli Sibolga untuk tetap mematuhi peraturan daerah yang telah ditetapkan. (ts)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker