Berita

Bapak Mertua Tewas di Jalan, Keluarga Tahu dari Medsos

FaseBerita.ID – Penemuan sesosok mayat pria tua sempat membuat warga Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara, Senin (10/2) dini hari, heboh.

Di KTP, korban bernama Ngadimin (69) warga GP Lada, Kelurahan Gampong Lada, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Dia ditemukan dalam kondisi sudah meninggal di pinggir jalan.

Pantauan wartawan, mayat Ngadimin pertama kali ditemukan salah satu warga. Dimana Ngadimin sudah dalam keadaan terlentang dipinggir jalan. Tak berapa lama, personel kepolisian dari Polsek Siantar Utara dan Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) tiba di TKP setelah dikabarkan warga.

Hanya saja, saat itu tidak ada satu pun yang mengetahui penyebab tewasnya Ngadimin. Juga tidak menemukan tanda tanda mencurigakan di TKP.

Warga hanya menemukan dompet berisi KTP, bon faktur pembelian barang, lalu STNK sepedamotor Honda atas nama Asmiaty warga Jalan Pdt J Wismar Saragih, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar.

Baca sebelumnya: Ngadimin Warga Pidie Aceh, Ditemukan Meninggal di Siantar

Tak lama kemudian, Tim Inafis Sat Reskrim Polres Siantar datang ke lokasi. Polisi juga tidak menemukan adanya tanda tanda luka di tubuh Ngadimin.

Sehingga Tim Inafis mengevakuasi jenazah Ngadimin untuk dilakukan visum di ruang jenajah RSUD Djasamen Saragih. Setiba di ruangan jenajah, Tim Inafis melakukan sidik jari di tangan jenazah Ngadimin.

Tak lama akhirnya Tim Inafis menemukan identitasnya sesuai KTP yang sudah diamankan. Berhubung tidak adanya ditemukan keluarga, jenazah Ngadimin dititipkan di ruang jenazah.

Namun, paginya, Joko (35) datang ke rumah sakit dan mengaku keluarga korban.

Joko kepada wartawan sekira pukul 08.45 Wib, tepatnya di ruang forensik RSUD Djasamen Saragih Kota Pematang Siantar mengaku menantu korban dan mengetahui peristiwa itu berawal dari postingan di media sosial.

“Tadi pagi, kami dikabarkan sama keluarga kami yang ada di Bangka Belitung. Katanya bapak mertua saya meninggal. Keluarga kami taunya dari instagram,” ujar Joko, menantu lelaki korban.

Joko menjelaskan, ayah mertuanya itu memang suka merantau ke luar kota.

“Bapak mertuaku itu suka merantau. Kerjanya tukang jok kreta di Aceh sana. Dua minggu sekali pulang ke rumahnya di Jalan Pdt J Wismar Saragih,” jelasnya.

Ngadimin sendiri meninggalkan lima orang anak sudah dewasa dan meninggalkan tiga cucu.

“Anak bapak ada lima termasuk istriku. Kalau cucunya ada tiga,” ujarnya.

Saat ditanya apakah belakangan ini korban sering sakit, Joko mengatakan kalau ayah mertuanya itu hanya sakit asam urat.

“Kalau sakitnya ada, tapi cuma asam urat aja. Lagian, bapak mertuaku ini orang gaul. Suka singgah-singgah ke rumah kawan-kawannya kalau sudah pulang dari Aceh. Bapak sudah setahun kerja di Aceh,” sebutnya.

“Mungkin bapak meninggal pas mau nungguin bus di simpang Jalan SM Raja, pulang dari Aceh. Soalnya dia belum ada dari rumah. Kalau Asmiaty (61) yang ada di STNK adalah istrinya. Mertua perempuanku,” sambungnya.

Sementara itu, pihak keluarga meminta kepada pihak kepolisian dan rumah sakit agar korban tidak diotopsi melainkan di visum luar saja. Korban diduga meninggal dunia karena sakit. Seterusnya jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan pihak keluarga. (Mag-03)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close