Berita

Banyak Warga Sumut Terjaring Razia Masker: Pilih Menyapu daripada Nyanyi Lagu Nasional

FaseBerita.ID – Masyarakat Sumatera Utara (Sumut) masih banyak yang belum mematuhi protokol kesehatan, khususnya penggunaan masker di luar rumah. Hal ini terlihat dari operasi yustisi atau razia masker yang dilakukan petugas gabungan Satpol PP, Polri, TNI dan Kejaksaan.

Dalam operasi tersebut, masih banyak warga yang dihukum atau diberikan sanksi, karena kedapatan tak memakai masker. Hukuman yang diberikan berupa penahanan KTP selama tiga hari, menyanyikan lagu wajib nasional, hingga menyapu fasilitas umum. Namun, sebagian besar warga yang melanggar protokol kesehatan lebih memilih menyapu ketimbang menyanyi lagu nasional.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengakui masih banyak masyarakat Sumut yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Belum mematuhi, makanya masih banyak yang dihukum. Padahal, saat ini upaya kita untuk melawan Covid-19 adalah dengan disiplin protokol kesehatan,” ujar Edy saat diwawancarai ketika meninjau langsung operasi yustisi di Lapangan Merdeka Medan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumut.

Menurut dia, masyarakat lebih memilih menyapu ketimbang menyanyikan lagu wajib nasional.

“Masih kita lihat rakyat yang harus kena hukuman karena tidak pakai masker. Tapi, rakyat yang dihukum, ternyata banyak yang memilih menyapu daripada menyanyikan lagu wajib nasional,” ucapnya.

Edy mengaku miris melihat masyarakat ada yang dihukum menyanyi lagu nasional tetapi tidak hafal, salah satunya lagu Satu Nusa Satu Bangsa.

“Menyanyi lagu wajib saja masih seperti itu (tidak hafal), dan ini harus menjadi instropeksi diri. Kalau bukan kita yang menghafal lagu itu, lalu siapa lagi? Tidak mungkin warga Malaysia atau warga Thailand kita suruh menghafal,” cetusnya.

Lebih lanjut Edy mengatakan, titik atau lokasi razia masker di Sumut sudah diperbanyak dan diperluas guna menekan penyebaran virus corona.

“Sudah diperbanyak dan diperluas titiknya dari 33 kabupaten/kota di Sumut, ada sekitar 1.400 titik dan anggota yang akan melakukan razia,” tukas dia.

Sementara, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan, operasi yustisi ini akan terus dilakukan hingga dua minggu ke depan. Sebab, peningkatan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Sumut terus meningkat signifikan dan saat ini mencapai lebih dari 8.500 kasus.

“Karena itu, melalui operasi penindakan masker ini diharapkan dapat menekan angka kasus Covid-19 di Sumut,” ujar Martuani. (spg)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button