Berita

Banjir Landa Psp dan Tapsel: Satu Orang Meninggal

FaseBerita.ID – Hujan deras sejak Selasa (28/1) sore juga menyebabkan banjir di sejumlah tempat di Kota Padangsidimpuan (Psp) dan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Di Psp, banjir juga menelan satu korban jiwa, puluhan rumah dan satu sekolah terendam. Begitu juga di Tapsel. Ada ratusan rumah terendam dan murid sekolah diliburkan.

Data Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Padangsidimpuan, selain di Desa Goti, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, ada empat titik yang mengalami banjir. Di antaranya Jalan Sudirman Sadabuan, Jalan Sibaganding Harahap Sadabuan, Jalan Kapten Koima Kelurahan Wek I dan Jalan Serma Lian Kasong. Keempat lokasi ini berada di Kecamatan Padangsidimpuan Utara.

Selain itu ada satu korban jiwa yang terseret arus air di parit tepatnya di Kelurahan Palopat Maria, Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru dan satu pohon tumbang di kawasan Tanggal, Kelurahan Sitamiang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan.

Seluruhnya ada 30 rumah dan satu bangunan sekolah. Sekolah itu SDN 200118 Sadabuan. Air datang dari parit depan sekolah yang meluap hingga ketinggian pinggang dewasa diukur dari halaman sekolah.

Bahkan luapannya juga menumbangkan tembok sekolah dengan ketinggian dua meter dan lebar tiga meter. Rumah-rumah sekitaran sekolah ini juga turut terendam.

Rabu (29/1) kemarin, para siswa di sekolah ini dipulangkan, karena kondisi peralatan dan mobiler di sekolah yang basah pasca terendam luapan parit yang bermuara ke sungai Aek Sibontar itu.

Banjir juga melanda pemukiman dan rumah-rumah warga di berbagai tempat. Seperti di Jalan Topi (Kapten Koima) Lingkungan II, Kelurahan Wek I, Kecamatan Padangsidimpuan Utara.

Banjir itu lebih disebabkan drainase dan parit di pinggiran Jalan Kapten Koima yang tak lagi mampu menampung debit air yang mengalir. Dan kemudian meluap, hingga sampai ke rumah-rumah warga.

Yang ketinggiannya lebih rendah dari pada badan jalan. Namun tak hanya itu, sungai-sungai kecil juga meluap. Seperti sungai Aek Sangkumpal Bonang, menambah debit genangan, dengan ketinggian hingga mencapai paha orang dewasa.

Seperti rumah Elvion Pasaribu yang berada di pinggiran Sungai Aek Sangkumpal Bonang. Kondisi badan sungai itu sendiri saat ini telah di-dek, berbentuk parit dengan lebar satu setengah meter dan tinggi mencapi dua meter.

Namun saat meluap, air dari sungai ini sampai melebar hingga menggenangi daratan, termasuk rumah warga dengan radius 5 meter dari bibir sungai.

Musibah ini kemudian menghanyutkan beberapa perkakas rumah tangga dan sejumlah hewan ternak milik Elvion Pasaribu, dan menggenani lantai rumahnya yang berbentuk panggung itu.

“Setiap penghujan sering begini. Kalau ini tadi hanyut peralatan dapur, sama ayam. Tapi masih dicariin,” kata istri Elvion yang tengah sibuk mengeringkan lantai rumah panggung yang ditinggali 10 anggota keluarganya itu.

Masih di lingkungan yang sama, ada tiga rumah permanen yang tergenang dan ini lebih disebabkan luberan air dari parit pinggir jalan, yang tak sanggup menampung debit air hujan.

Tiga rumah itu masing-masing milik keluarga Alamsyah, Alam Sari Sikumbang dan Nasaruddin. Juga berada di pinggir Aek Sangkumpal Bonang, dan datarannya lebih rendah dari badan Jalan Kapten Koima. Dengan elevasi mencapai dua meter.

“Asal hujan, kami harus selalu ke luar mencari tempat yang lebih tinggi,” kata Alam Sari, yang juga sibuk mengevakuasi barang-barang yang telah basah tergenang air.

Kepala Lingkungan II Kelurahan Wek II, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Ridwan Lubis berharap, pemerintah segera memperbaiki parit jalan yang saat ini kondisinya semakin sempit terlebih di dalamnya telah dipasangi pipa PDAM.

“Ini paritnya masih model bangunan jepang. Kalau dalam, memang dalam. Tapi ada pipa PDAM di dalam jadi sempit. Apalagi ini airnya masuk dari Kampung Salak kemari, maunya di ujung sana dijebol saja terus dialirkan terus sepanjang Kapten Koima ini,” katanya menunjuk jalur parit yang mentok dan kemudian menikung ke arah Jalan Tonga (Ahmad Dahlan).

Jika hujan, air selalu meluber di jalan ini dan disertai sampah-sampah plastik dan kemasan minuman. (san)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker