Berita

Bangunan GOR di Padang Lawas Tuai Sorotan

FaseBerita.ID – Pembangunan Gedung Olahraga (GOR) di Kabupaten Palas menuai sorotan. Pasalnya, bangunan tahun 2019 bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) itu dinilai janggal.

Sejak dibangun akhir pertengahan 2019 lalu, menelan anggaran sebesar Rp 13.324.304.439. Dananya digelontorkan dari DAK Kemenpora. Dengan nomor kontrak 640/013/PPK-Disporapar/VII/2019 tanggal 2 Juni 2019.

Bangunan sudah selesai, dan sudah diserahterimakan dari pihak ketiga oleh PT Alghazali Satria Perkasa kepada Dinas Pemuda dan Olahraga Pemkab Palas berdasarkan BASTP 800/PPK-BASTS/XII/2019 tanggal 26 Desember 2019. Dengan anggaran sebesar itu, dinilai masih banyak yang kurang pada bangunan.

Mulai dari CCTV, audio, lampu, pagar pembatas tribun penonton yang tidak tersedia. Malah diduga jauh dari ketentuan sesuai peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga nomor 8 tahun 2018 tentang standar prasarana olahraga berupa bangunan gedung olahraga.

Bahkan, Kualitas bangunan sudah banyak yang retak-retak. Alhasil, banyak terlihat tempelan-tempelan tambal semen.

Tidak itu saja, GOR yang sejak awal dikabarkan, sebagai tempat pagelaran PON 2024 ini, sempat menjadi temuan BPK Perwakilan Sumut, kekurangan volume fisik pekerjaan. Ada berkisar Rp124.105.506,19 temuan itu, berdasarkan hasil pemeriksaan BPK nomor 51.C/LHP/XVIII.MDN/06/2020 tanggal 3 Juni 2020.

“Dan sampai sekarang, GOR itu tidak difungsikan. Dan memang tidak layak difungsikan untuk sarana olahraga sesuai juknis dan permenpora nomor 8 tahun 2018,” beber M Zulsaddam Nasution, mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Ciputat Jakarta, yang juga mantan ketua Ima Palas Jabodetabek periode 2016-2018.

Sementara Direktur PT Alghazali Satria Perkasa, Pilian Hasibuan yang dikonfirmasi, Minggu (26/7) membenarkan perusahaan dibawah naungannya itu sebagai pelaksana kegiatan. Hanya saja, pelaksanaan pekerjaan diserahkan kepada oknum ISS dan RN.

Malah, Pilian Hasibuan sempat mempertanyakan kewenangan pers membuka dan mempertanyakan RAB pekerjaan tersebut. Yang menurutnya, gambar design dan RAB itu merupakan kewenangan tertentu.

“Ya, saya (direktur PT Alghazali Satria Perkasa, red). Ada rupanya kewenangan pers membuka-buka RAB itu. Gambar (design, red) dan RAB kan beda itu. Sama mereka ajalah komunikasi,” ketus Pilian Hasibuan.

Sedang Romadon Nasution (RN) selaku salah satu pemborong kegiatan tersebut saat dijumpai awak media mengaku awalnya kegiatan itu dilaksanakan ISS. Lalu Romadon mangakui, pelaksanaannya join bersama ISS.

Menurut Romadon Nasution, bangunan itu sudah diserahterimakan ke Dispora. Dan sempat ada temuan BPK. “Itu sudah dibayarkan,” kata Romadon.

Disinggung bangunan tidak sesuai RAB, dan kekurangan volume, Romadon membantah. Malah, menurutnya sudah sesuai RAB, meski tidak dipasangi pagar pembatas tribun penonton, CCTV, audio hingga lampu.

“Oh, memang kalau RAB awalnya ada (pagar pembatas tribun penonton, CCTV, audio, lampu). Tapi itu ganti/perubahan gambar (CCO), karena banyak yang tidak sesuai gambar awal. Makanya, itu dikurangi, ditambahkan ke tiang tengah,” terang Romadon.

Rukun Partaonan Siregar, selaku PPK (penjabat pembuat komitmen, red) yang dikonfirmasi juga membenarkan gadung olahraga itu sudah diserahterimakan dari pihak ketiga ke dispora. Terkait kekurangan volume, mantan sekretaris Dispora Pemkab Palas yang sudah pensiun ini juga tak menampik, ada perubahan kontrak. Karena tak sesuai gambar awal. Termasuk adanya pengurangan pagar pembatas tribun penonton, CCTV, audio hingga lampu.

“Dan rencananya tahun ini (2020) dianggarkan untuk melengkapinya. Tapi karena covid-19 inilah, nggak tahu gimana ada atau tidak,” kata Rukun Partaonan Siregar.

Sayang, tanggapan dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemkab Palas, Ali Jambi Hasibuan tidak kunjung diterima. Dihubungi dan dikirimi pesan pendek, tak ada jawaban. (tan)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button