Berita

Bangkai Paus Diawetkan Galery Rahmadsyah Medan

ASAHAN, FaseBerita.ID – Kabar baru bangkai paus biru yang ditemukan mati di perairan Asahan beberapa waktu lalu akhirnya diputuskan untuk dikubur. Sementara, tulang belulangnya dibawa pihak museum untuk diawetkan di Galery Rahmadsyah Medan.

“Sudah ditarik ke darat kemarin. Sekarang sedang dipisahkan tulangnya untuk dibawa ke museum. Sedangkan bangkai dagingnya akan dikubur sudah disiapkan lobang penguburannya,” kata Brani Simbolon, Camat Silau Laut saat dihubungi wartawan, Jumat (17/1).

Pengerjaan pemisahan antara bangkai daging dan tulang paus dilakukan oleh tim dari museum Rahmad Gallery Medan dibantu beberapa orang warga setempat yang dipekerjakan membantu pemisahan daging dan tulang paus yang lokasi pengerjaannya di pantai kawasan hutan bakau Gedapo, Kecamatan Silau Laut Kabupaten Asahan dengan estimasi pengerjaan pembelahan selama tiga hari kedepan.

Sementara itu, Polisi Kehutanan, Seksi Wilayah III Kisaran BKSDA Sumut Arif Hidayat, saat dihubungi wartawan, Kamis (16/1) terkait dugaan paus memakan limbah laut (sampah), menuturkan bahwa pembelahan isi perut paus akan dilihat kondisi, karena paus sudah mati enam hari, dan mengganggu kesehatan petugas.

“Kita lihat kondisi di lapangan, bila memungkinkan kita belah, bila tidak memungkinkan tidak kita lakukan. Jangan sampai karena hal itu anggota kita jadi korban (terkena penyakit), karena paus sudah mati enam hari,” jelasnya.

Disinggung dengan penyebab kematian, Arif menduga karena faktor perubahan iklim sehingga terdampar ke perairan dangkal, dan mengalami dehidrasi berat. “Sebelumnya perangkat Desa Silau Baru sudah usaha mengiring paus ke lautan dalam, namun paus kembali dan akhirnya terdampar dan mati,” jelas Arif.

Sebelumnya Pemkab Asahan sempat kebingungan untuk mengevakuasi mamalia itu pasalnya ukurannya sangat besar. Beberapa opsi penanganan bangkai, sempat muncul, mulai dari penenggelaman, dibiarkan membusuk, penguburan, hingga membakarnya hingga akhirnya keluar ide untuk memanggil pihak museum agar mengawetkan tulang belulangnya dan mengubur bangkainya.

Untuk diketahui, terdamparnya, mamalia berukuran 14 meter itu, bermula pada Rabu (8/1/2020) kemarin, di mana para nelayan menemukan paus terdampar di Perairan Pantai Silo Baru. Selanjutnya mereka berinisiatif menggiring paus itu ke tengah laut dengan kapal motor.

Namun pada Jumat (10/1/2020) pagi, paus itu kembali terdampar, kali ini lokasinya 500 meter dari lokasi pertama ditemukan dari bibir pantai. Selanjutnya para nelayan bersama masyarakat mengevakuasi paus dengan menarik tubuhnya ke tengah namun tidak berhasil. (per/rah)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close