Berita

Bandar Judi KIM di Sibolga Ditangkap dari Kedai Tuak

FaseBerita.ID – Polisi menangkap seorang bandar judi KIM dari sebuah kedai tuak di Pondok Reformasi, Kelurahan Kota Beringin, Kecamatan Sibolga Kota, Jumat (20/3) sekira pukul 21.10 WIB.

Dari tangan pria berinisial HCM (32) tersebut, Polisi menyita barang bukti berupa 2 unit HP masing masing merk Samsung warna hitam berisikan angka-angka pasangan dan merk Samsung J4 warna hitam, juga berisikan angka pasangan. Kemudian, uang sebanyak Rp572.000, 1 lembar potongan kertas kecil berisikan angka pasangan dan sebuah ATM salah satu bank.

Penangkapan dilakukan bermula dari laporan masyarakat. Menurut Polisi, warga jalan Commodor Yos Sudarso tersebut menjadi bandar dengan cara mendaftarkan diri sebagai member di sebuah situs judi online.

“Permainan judi yan dilakukan adalah judi KIM dan dia bertindak sebagai bandar. Permainan judi yang dilakukan dengan cara memasang ke situs judi oneline Sakuratoto,” kata Kapolres Sibolga AKBP Triyadi dalam keterangan persnya melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, Jumat (27/3).

Cara mainnya terang Sormin, HCM harus terlebih dahulu memiliki saldo di rekening Bank. Setiap kali memasang, saldo rekening akan berkurang secara otomatis. Begitu juga saat ada nomor yang kena, saldo akan bertambah dengan sendirinya sesuai dengan kelipatan hadiah yang disepakati.

“Pemilik situs tidak dikenal oleh HCM. Dia mendepositkan uangnya terlebih dahulu ke rekening Bank. Contoh pasangan Rp1000, bila pasangan tepat 2 angka maka akan menerima uang sebesar Rp70.000. Bila tepat 3 angka maka akan menerima uang sebesar Rp400.000 dan bila tepat 4 angka maka akan menerima uang sebesar Rp3.000.000,” ungkapnya.

Dari omzet pasangan, pemilik situs memberinya imbalan sebesar 25 %. “Dari sini, dia mendapat penghasilan tambahan. Besar omzetnya sekitar Rp300.000 sampai Rp600.000 perhari,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan, HCM akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di RTP Polres Sibolga. Karena telah melakukan tindak pidana perjudian sebagaimana dimaksud dalam pasal 303 ayat 1 dari KUHPidana, maka tersangka diancam hukuman 5 tahun. (ts)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button