Berita

Bakhtiar: Tidak Ada Larangan Truk Ikan Asal Aceh Masuk Tapteng

TAPTENG, FaseBerita.ID – Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani menyatakan tidak ada larangan bagi truk-truk pembawa ikan asal Aceh masuk ke daerah Tapteng dan Kota Sibolga.

Hal itu diungkapkan Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani menyikapi informasi yang simpang siur dan berkembang di tengah-tengah masyarakat terkait adanya razia rutin yang digelar petugas Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP Tapteng dibeberapa titik terhadap truk pembawa ikan asal Aceh yang masuk ke Tapteng.

Bakhtiar menegaskan, razia tersebut dilakukan semata-mata hanya untuk mencegah masuknya penyelundupan narkoba ke daerah Tapteng. Sebagaimana diketahui, beberapa bulan terakhir Bakhtiar sangat getol dalam pemberantasan narkoba di Tapteng bahkan hingga mengintruksikan Desa dan Kelurahan membuat peraturan terkait sanksi terhadap warga yang ketahuan terlibat penyalahgunaan narkoba.

“Kami mendapat informasi yang dapat kami percaya, dan telah kami laporkan ke pihak kepolisian. Informasi tersebut kami gunakan untuk mengantisipasi masuknya narkoba ke Tapanuli Tengah dan Sibolga melalui pengiriman ikan, sayur dan berbagai bahan lainnya melalui jalur darat. Sehingga kami antisipasi dengan melakukan razia,” ujar Bakhtiar saat menggelar konverensi pers di Kota Sibolga, Sabtu (14/9).

“Kedua, perlu kami luruskan bahwa kami (Pemkab Tapteng) tidak pernah melarang atau mengusik truk atau mobil-mobil boks membawa ikan ke Kabupaten Tapanuli Tengah dari luar daerah. Bukan hanya dari NAD, tetapi dari seluruh daerah yang datang ke Sibolga-Tapanuli Tengah yang membawa ikan, sayur dan lain sebagainya. Seluruhnya kami lakukan razia,” kata Bakhtiar.

Dan saat menggelar razia itu, lanjut Bakhtiar, para sopir truk diminta agar bersedia dilakukan pemeriksaan terhadap muatan yang dibawa oleh truk tersebut.

“Apabila kami lakukan razia, sopir truk harus bersedia menunjukkan kelengkapan surat serta petugas memeriksa apa muatan yang dibawa truk tersebut. Jika lengkap dan muatan truk tidak mencurigakan, sudah barang tentu kami persilahkan masuk ke Tapanuli Tengah dan Sibolga,” tuturnya.

Bakhtiar juga memastikan, bahwa maraknya informasi yang menyebut bahwa truk-truk pembawa ikan asal Aceh diusir oleh petugas Dishub dan Satpol PP Tapteng saat hendak masuk ke Tapteng tidak benar.

“Itu yang kami dengar dihembuskan oleh sekelompok orang, itu tidak benar,” tegasnya.

Selain itu, bila menilik secara ekonomi, Bakhtiar menjelaskan bahwa adanya wacana agar para pengusaha ikan yang hendak membawa ikan ke Tapteng dan Sibolga diminta agar melalui jalur laut, tentunya itu hanya agar meningkatkan perekonomian masyarakat Tapteng dan Sibolga, yang tentunya juga tidak merugikan para pengusaha yang membawa ikan dari Aceh, melainkan untung.

“Yang ketiga, kami berharap ekonomi Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga mengalami peningkatan signifikan. Muncul pertanyaan, mengapa saya selaku Bupati, juga mengurusi Kota Sibolga. Kami tidak ikut campur dalam pemerintahan Kota Sibolga, namun kami sampaikan bahwa tidak sedikit masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah mencari nafkah di Kota Sibolga, begitu sebaliknya,” katanya.

“Jadi, informasi yang mengatakan bahwa ikan dari daerah NAD diusir dari Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, kami nyatakan bohong. Bila melihat secara ekonomi, sudah barang tentu geliat ekonomi akan meningkat di Tapteng-Sibolga bila ikan asal Aceh masuk jalur laut, dan tentunya para pengusaha ikan juga tidak dirugikan,” ucapnya.

Sementara, Ketua DPRD Tapteng Antonius Hutabarat yang juga hadir pada acara konfrensi pers itu menegaskan, bahwa razia yang Dishub Tapteng tidak hanya terhadap truk pengangkut ikan asal Aceh, namun truk pengangkut ikan asal daerah lainnya juga diberlakukan sama.

“Yang diperiksa itu surat karantinanya, boleh dong diperiksa, jadi tidak ada salahkan. Dan itu berlaku bagi semua truk yang masuk ke Tapteng, bukan hanya truk pengangkut ikan asal Aceh,” katanya.

Ia juga menuturkan, terkait adanya permintaan agar para pengusaha ikan asal Aceh agar membawa ikannya melalui jalur laut, itu dilakukan agar ekonomi masyarakat Tapteng-Sibolga dapat meningkat.

“Tentu dengan masuknya ikan dari Aceh dari jalur laut, tentu banyak yang memperoleh pekerjaan, tukang pilih ikan, tukang timbang, penjual es, dan lainnya, banyak yang akan diuntungkan, dan ini lah tugas kami mensejahterakan masyarakat kami. Tentunya tanpa merugikan masyarakat lain atau pengusaha lain, bukan rugi tapi mereka juga untung karena biaya mereka juga sudah akan terhemat,” katanya. (dh/osi)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close