Berita

Aturan Operasional Hiburan Malam Disepakati

TANJUNGBALAI, FaseBerita.ID – Walikota Tanjungbalai HM Syahrial, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tanjungbalai, menggelar rapat koordinasi terkait penyelesaian tempat hiburan yang ada di Kota Tanjungbalai.

Rapat digelar di Aula II Balai Kota Tanjungbalai, Selasa (27/8/2019), dipimpin langsung Walikota Tanjungbalai.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemko Tanjungbalai bersama Forkopimda dan instansi terkait yakni Kemenag dan MUI, menyepakati beberapa poin yang menjadi perhatian dan kewajiban yang harus dipatuhi oleh pengusaha hiburan yang ada di Kota Tanjungbalai di antaranya, meminta kepada pengusaha hiburan untuk tidak mengizinkan peredaran narkoba, memiliki izin minuman yang mengandung alkohol, tidak melegalkan kegiatan prostitusi, jam waktu operasional KTV sampai dengan pukul 00.00 WIB kecuali malam minggu sampai pukul 01.00 WIB.

Dan, bagi pengunjung tidak dibenarkan membawa senjata tajam, senjata api dan senjata lainnya yang dapat membahayakan keamanan, tidak membenarkan mengizinkan anak di bawah umur memasuki KTV/PUB, tidak menghalangi petugas TNI/Polri/BNN/Satpol PP yang membawa surat perintah tugas untuk melaksanakan penertiban, serta mematuhi kewajiban untuk membayar pajak hotel dan restoran.

Kemudian, akan mencabut izin terkait pengelolaan usaha hiburan jika pihak pengusaha melanggar aturan yang ditetapkan Pemerintah Kota Tanjungbalai.

“Surat kesepakatan ini sudah saya tandatangani bersama Forkopimda, dan akan segera disosialisasikan kepada seluruh pengusaha hiburan yang ada di Kota Tanjungbalai, dan ini berlaku buat seluruh pengusaha tidak terkecuali. Untuk teknisnya akan dilaksanakan oleh OPD terkait, Dinas Perizinan dan Satpol PP Tanjungbalai untuk disebarluaskan ke masyarakat Tanjungbalai, khususnya para pelaku usaha,” ujar walikota.

Sebelumnya, saat berlangsungnya rapat tersebut, seluruh Forkopimda menekankan pada beberapa poin penting yakni mengenai jam operasional, tidak mengizinkan anak di bawah umur masuk KTV/PUB, minuman beralkohol di atas 5%, serta kewajiban yang harus dipenuhi pengusaha tempat hiburan.

Hal senada juga disampaikan Wakapolres Tanjungbalai Kompol Edi Bona Sinaga. “Kami pihak Polres sangat mendukung apa yang telah tertuang dalam butir surat kesepakatan bersama. Tentunya ada beberapa hal yang menjadi perhatian bersama yakni terkait minuman alcohol, dan peredaran narkoba. Kami ingin hal ini terlaksana dengan baik,” sebutnya.

Ketua Pengadilan Agama Edi Harponi mengatakan, pada intinya pihaknya setuju dengan butir kesepakatan yang telah disepakati, dan dia berharap hal ini dipatuhi seluruh pihak dan pengusaha tempat hiburan. Selanjutnya, Kajari Tanjungbalai AAG Satya Markandeya SH mengatakan, pihaknya pada pokoknya sepakat dengan semua butir kesepakatan.

“Terkait jam operasi KTV, kami sepakat dan sifatnya harus menyeluruh untuk semua jenis usaha di Kota Tanjungbalai. Kalau jam operasional ditambah akan berdampak bagi keamanan dan ketertibannya. Yang terpenting lagi, pihak Tresya Hotel dan pengusaha hiburan yang ada di Kota Tanjungbalai  mematuhi aturan yang telah disepakati, dan menjalankannya serta melakukan kewajibannya sebagai pengusaha,” ungkapnya.

Sementara, Dandim 0208/AS diwakili Danramil 017 Datuk Bandar dan Danlanal TBA, Kemenag serta MUI Tanjungbalai diwakili Seketaris MUI Abdul Rahim, juga menyatakan hal yang sama mendukung butir kesepakatan tersebut. “Untuk beberapa hal kami meminta pihak pengusaha hiburan untuk tidak mengizinkan masuknya anak di bawah umur ke lokasi hiburan/KTV,” tegas mereka.

Senada, anggota DPRD Tanjungbalai M Nur mengatakan, pada hakekatnya Tresya Hotel sangat istimewa di Kota Tanjungbalai karena sudah lama berdiri.

“Kami tentunya berharap seluruh pengusaha hotel dan hiburan yang ada di Kota Tanjungbalai dapat menjalankan usahanya dengan baik, karena hal ini juga berdampak pada perekonomian masyarakat dan terbukanya lapangan kerja,” katanya. (ck-04/ahu)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close