Berita

Atika Nasution, Perempuan Muda Lulusan Luar Negeri: Saya Mau Mengabdi di Kampung Sendiri

FaseBerita.ID – Atika Azmi Utammi Nasution bakal calon Wakil Bupati menyatakan diri sudah berkomitmen maju mendampingi Jakfar Sukhairi di perhelatan Pilkada Kabupaten Madina tahun 2020.

Perempuan muda kelahiran tahun 1993 silam ini merupakan lulusan luar negeri Kota Sydney Australia. S1 Bachelor Of Applied Finance Sydney Australia dan S2 Master Of Finance Sydney Australia.

Tika Nasution, panggilan akrabnya, mengutarakan keinginannya ikut menjadi kontestan di Pilkada Madina tahun 2020 ingin mengabdi dan mau membangun kampung sendiri.

“Ingin mengabdi dan mau membangun kampung sendiri. Saya lahir di sini. SD sampai SMA juga di sini. Saya minta ijin sama orangtua terlebih dulu, sebelumnya juga Sholat Istikharah dulu. Saya sadar seperti panggilan jiwa untuk ini,” ucap Tika mengenalkan diri saat kegiatan silaturahmi bersama sejumlah insan pers di Warung Dapoer Nenek, Kelurahan Sipolu-polu Kecamatan Panyabungan Kabupaten Madina. Senin (9/3) sore.

Anak ke delapan dari sembilan bersaudara dari pasangan Khoiruddin Nasution dan Hamidah Lubis yang merupakan tokoh masyarakat di wilayah Mandailing Julu bisa dibilang memiliki kecerdasan di atas rata-rata.

Sebab, ia menyelesaikan studi S1-nya hanya dengan memakan waktu kurang lebih sekitar 2 tahun 9 bulan. Begitu juga gelar S2 Master of Finance, ia mampu menyelesaikan dengan waktu sekitar 9 bulan.

Perempuan yang lahir di Kecamatan Kotanopan (Mandailing Julu) ini juga pernah membuat prestasi yang cukup mengagumkan. Tulisan artikelnya yang berjudul ‘Indonesia Adalah Destinasi Investasi Baru, Ayo Lirik!’. Pun termasuk dari 100 Kompilasi artikel pilihan pertemuan IMF-WB 2019.

Tika dalam kegiatan silaturahmi itu juga memaparkan konsep yang diusung sesuai dengan visi/misi dari pasangan SUKA (Sukhairi-Atika). Konsep yang disebut akan menjadikan Madina lebih baik, mandiri, kompetitif, berkeadilan dan bermartabat.

Menurut Tika sendiri, seharusnya pemerintah daerah bisa lebih mandiri dan kompetitif. Ia menyoroti persoalan impor karena Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di Madina begitu melimpah.

“Saya pernah survei, misalnya untuk ikan tawar kita disini masih menerima sebanyak 5 ton perhari. Padahal kita punya tobat-tobat (lahan-lahan) yang cukup begitu luas disini. Kenapa nggak kita maksimalkan itu. Persolan bibitnya, kenapa nggak kita berikan anggaran untuk itu. Sehingga kan nggak dilakukan lagi impor dan para nelayan kita disini hidupnya juga makin sejahtera nantinya,” katanya.

Selain itu, mengenai tentang pemanfaatan dan pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan yang ada di daerah Kabupaten Madina. “Dana CSR kita disini hampir 60 Miliar per tahunnya loh, kemana itu pemanfaatannya semua? Ini kan masih jadi pertanyaan besar di benak kita,” tukas Tika.

Tika pun menerangkan apabila nanti diberikan amanah oleh masyarakat untuk memimpin Madina bersama H M Jakfar Sukhairi Nasution, mereka akan memprioritaskan seperti pemanfaatan SDA dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Kemudian meningkatkan perkonomian masyarakat. Mengurangi dan meminimalisir angka pengangguran dengan cara menciptakan lapangan pekerjaan.

“SDA kita di sini melimpah, namun kurang pemanfaatan sebenarnya. SDM juga harus didorong agar lebih berkapasitas dan berkualitas. Saat ini era teknologi industri. Konsep penyeluhan dengan membuat pelatihan-pelatihan kepada masyarakat bakal kita lakukan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM kita,” terangnya.

Wanita yang mahir berbahasa asing ini menambahkan, sama halnya dengan persoalan bidang infrastruktur, birokrasi, pendidikan, kebudayaan dan kesehatan serta kebersihan, ini semua termasuk dari program yang akan diprioritaskan oleh pasangan Sukhairi-Atika jika nanti diberikan amanah oleh masyarakat untuk memimpin Madina.

“Infrastruktur ke daerah-daerah akan lebih diperhatikan. Kebudayaan kita rawat dan kembangkan. Misalnya, dengan pegelaran festival-festival dalam setiap tahunnya. Di bidang kesehatan, konsep yang kita tawarkan melalui program check up reguler,” sebutnya.

“Penyuluhan kepada masyarakat langsung bahwa sehat itu penting. Mengenai kebersihan, kita ajak masyarakat agar memanfaatkan sampah-sampah non organik dan organik, karena bisa mengahasilkan uang. Ekonomi yang kreatif kita kembangkan, fasilitas-fasilitas pendukung percepatan pembangunan dan perkembangan ekonomi kita bangun dan sediakan,” tambah Tika Nasution.

Sementara, mewakili tim relawan dari pasangan SUKA (Sukhairi-Atika), Syahminan Rangkuti mengucapkan terima kasih atas kehadiran dari rekan-rekan pers dalam kegiatan silaturahmi tersebut.

Syahminan mengatakan selain bertujuan ingin mengenalkan sosok dari Atika Azmi Utammi Nasution yang bakal maju menjadi calon Wakil Bupati berpasangan dengan Jakfar Sukhairi kepada rekan-rekan pers. Juga untuk mengklarifikasi adanya isu yang menyebut bahwa (beliau) Jakfar Sukhairi Nasution akan maju menjadi Wakil Bupati dari salah satu calon yang ikut bertarung di Pilkada Madina tahun 2020.

“Isu atau pun selentingan bahwa beliau Jakfar Sukhairi maju bakal menjadi Wakil Bupati berpasangan dengan salah satu calon, kami pastikan itu tidak benar. Di sini, bahwa pasangan Sukhairi-Atika sudah komitmen dan sudah final. Untuk itu kami juga mohon doa dari semuanya karena manusia hanya berusaha, Allah SWT yan? nantinya akan menentukan,” ucapnya sekaligus memimpin doa pada akhir kegiatan silaturahmi. (Mag 01)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button