Berita

Asosiasi Pedagang Pasar Audensi dengan Dinas Perindag dan DPRD

MADINA, FaseBerita.ID – Asosiasi pengurus dari Perkumpulan Pedagang Pasar Mandailing Natal (PPPMA) audensi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Madina, Jumat (10/1).

Audensi yang digelar di ruangan kerja Ketua DPRD Madina tersebut bertujuan menyampaikan beberapa aspirasi atau usulan dari pedagang mengenai relokasi Pasar Baru Panyabungan.

Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis, Kadis Disperindag Jhon Amriadi serta sejumlah pengurus asosiasi PPPMA turut hadir disana.

Ketua asosiasi PPPMA, Imbalo Nasution didampingi Sekjen Muhammad Basir kepada wartawan mengatakan, aspirasi yang mereka sampaikan salah satunya adalah meminta pemerintah Madina agar merapikan kondisi jalan di tempat relokasi tersebut.

Sebab, menurut mereka, kondisi jalan yang sebatas timbunan tanah akan digenangi air alias becek apabila turun hujan.

“Audensi tadi terkait kita menyampaikan beberapa usulan, salah satunya mengenai kondisi jalan di tempat relokasi. Kita juha berharap pemerintah membangun jalan agar pedagang dan pembeli nantinya nyaman beraktifitas,” kata mereka.

Mereka sekaligus meminta, jalan trayek angkot bisa dibangun menuju tempat relokasi. Selain itu, mereka berharap pemerintah menjalankan kebijakan yang telah dibuat.

“Menurut laporan yang kami terima masih ada pedagang di pajak pagi Pasar Baru punya lapak lebih dari satu. Kita minta pemerintah jalankan kebijakannya,” tambah Imbalo, Ketua Asosiasi PPPMA tersebut.

Sementara, Kadis Perindag Jhon Amriadi yang dikonfirmasi mengenai keterangan audensi itu mengatakan bahwa pada dasarnya para pedagang menyetui beberapa program-program yang telah mereka jalankan mengenai relokasi Pasar Baru tersebut.

Ia menjelaskan kembali usulan yang disampaikan dari pedagang dalam audensi itu. Kata dia, pedagang berharap agar pembangunan jalan di tempat lokasi relokasi dirapikan.

Ia juga membenarkan bahwa pedagang memang meminta agar jalan trayek angkot bisa masuk ke tempat lokasi relokasi.

“Ya, tadi itu dari usulan pedagang, memang dari Dinas Perindag kita mengatur kondisi jalan ke tempat lokasi relokasi itu lebar. Kalau untuk angkot bisa masuk,” kata Jhon yang ditemui di ruangannya usai audensi.

Jhon menambahkan, penjelasan tentang penerima bansos juga ditanyakan oleh pedagang. Kita jelaskan bahwa penerima bansos ada sebanyak 944 orang. Sebelumnya, kata Jhon, yang terdata memang ada sebanyak 1.050 pedagang. Atas hal itu lahan relokasi yang mereka siapkan ada sebanyak 1.050 lapak. Dan, untuk calon penerima bansos juga ada sebanyak 1.050 pedagang. Tapi, yang lulus terverifikasi akhirnya hanya sebanyak 944 orang.

“Itu tadi ditanyakan, kita bilang kepada pedagang kalau lahan yang disiapkan tetap sebanyak 1.050 pedagang. Untuk 106 orang yang tak dapat bansos tetap mereka kita sediakan lapak untuk berjualan,” tambah Jhon. (Mag 01)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close