Berita

Asner Silalahi Programkan Tiga Pasar Penyangga di Siantar

FaseBerita.ID – Calon Wali Kota Pematangsiantar, Asner Silalahi siapkan program pasar penyangga. Solusi penataan pasar sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas.

Asner Silalahi menyiapkan program pasar penyangga di tiga titik perbatasan kota. Program ini sebagai bagian solusi untuk penataan pasar sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas di tengah kota.

Asner menyampaikan itu saat menjadi narasumber dalam kegiatan Bincang-bincang Tagar yang digelar di DL Cafe Jalan Maluku, Sabtu, (3/10).

Bincang yang dimoderatori Pemimpin Redaksi Tagar.id Fetra Tumanggor tersebut, mengambil topik ‘Infrastruktur Seperti Apa Ingin Dibangun di Siantar’. Acara tersebut dihadiri empat penanggap, yakni anggota DPRD Pematangsiantar Daud Simanjuntak, akademisi dari STIE Sultan Agung Dr Robert Tua Siregar, Ketua DPC Gapensi Siantar-Simalungun Henri Tedy Silalahi dan tokoh masyarakat Darwin Lie.

Menurut Asner, Kota Pematangsiantar dulu dikenal sebagai pusat perdagangan regional wilayah barat di Sumatera Utara.

Untuk bisa kembali mencapai itu, harus dilakukan penataan pasar. Asner menyebut dirinya sudah memiliki konsep atau program berupa pembangunan pasar penyangga.

Dengan adanya pasar penyangga, kondisi lalu lintas angkutan kita juga akan lebih mudah ditata Pasar pertama nantinya di perbatasan Jalan Medan, pasar penyangga ke dua dari Parapat menuju Simpang Dua, dan yang ke tiga apakah dari Perdagangan atau Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun akan dibuat kajian nantinya untuk melihat lebih banyak untung atau ruginya.

“Dengan adanya pasar penyangga, kondisi lalu lintas angkutan kita juga akan lebih mudah ditata, yang mana angkutan pedesaan dan yang mana angkutan perkotaan,” katanya.

Diketahui di Kota Pematangsiantar kini ada dua pasar tradisional yang cukup besar, yakni Pasar Horas dan Pasar Dwikora. Dua pasar ini kondisinya memunculkan kemacetan lalu lintas di sekitar pasar.

Selain soal penataan pasar dan angkutan, calon wali kota tunggal dalam Pilkada Kota Pematangsiantar Tahun 2020 itu menyoroti soal permukiman.

Menurut dia, sebagai kota kategori sedang, banyak permukiman yang berdiri saat ini tidak memenuhi syarat sebagai permukiman, di antaranya soal sirkulasi udara yang tidak memadai, kebutuhan sarana air minum dan sanitasi.

Ini kata dia, akan dibenahi lewat program dan dana yang tersedia di dinas terkait.

Asner juga menyinggung soal Kota Pematangsiantar yang rawan banjir. Kata dia, dulu kota ini tidak pernah banjir, namun kini satu dua jam hujan turun, banjir sudah terjadi di sejumlah lokasi.

Dia menyebut itu terjadi akibat saluran atau drainase yang tidak tertata dengan baik.

Dikatakan, dalam perkotaan ada drainase primer, sekunder dan tertier. Namun di Kota Pematangsiantar ini belum jelas dan ini kemudian yang nantinya akan dibenahi pihaknya lewat pembangunan dan penataan infrastruktur saluran.

“Ini akan kami tata saluran atau drainase untuk mengurangi banjir di Siantar,” katanya.

Asner lebih jauh menyebut soal belum adanya tata ruang di Kota Pematangsiantar, yang kemudian berdampak pada adanya pembangunan fisik di sembarang tempat, misalnya banyak permukiman berada di daerah tikungan.

Kota Penyangga Pertumbuhan Ekonomi

Dalam kesempatan itu, Asner juga memaparkan bahwa Kota Pematangsiantar bisa menjadi daerah penyangga di dua pusat pertumbuhan ekonomi, yakni Kawasan Danau Toba dan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, dan berpeluang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Salah satu strategi yang akan dilakukan calon Wali Kota Pematangsiantar Asner Silalahi untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat dimaksud, yakni melalui penataan infrastruktur.

“Saya melihat Kota Siantar bisa menjadi kota penyangga terhadap pertumbuhan kawasan Danau Toba. Ini luar biasa, dana akan mengucur ke sana. Ada di Sei Mangke, dan Pelabuhan Kuala Tanjung. Kota terdekat dengan kawasan itu adalah Siantar. Jarak Kuala Tanjung ke Siantar berjarak 42 Km dan Danau Toba, Parapat ke Siantar berjarak 53 Km,” kata Asner yang merupakan alumni SMAN 1 Pematangsiantar ini.

Peluangnya kata Asner, bagaimana membuat orang-orang di kawasan itu termasuk para pekerjanya datang untuk berlibur atau berakhir pekan di Kota Pematangsiantar. Menurut dia, Pematangsiantar hanya bisa menjual penataan kota untuk menstimulus orang datang ke kota ini.

“Kita tak bisa jual apa-apa. Kita hanya bisa jual penataan Kota Siantar dari segi infrastruktur. Hanya itu daya jual kita. Sehingga kita dikenal sebagai kota kuliner. Mungkin kita akan membuat pusat-pusat kuliner yang tertata bagus dan bukan sembarangan. Kita jaga keindahannya,” katanya.

“Kita sekarang tidak ada sarana olahraga, kita tidak punya stadion, kita tidak punya GOR,” terangnya.

Untuk mendukung itu, tentu harus dibenahi juga sarana jalan. Dia menyebut kondisi jalan-jalan di Kota Pematangsiantar, tidak elok dilihat karena sulit dibedakan mana bahu jalan, drainase dan badan jalan.

Dia lalu membandingkan Kota Surabaya, yang memfungsikan trotoar dan tertata apik serta dihiasi tumbuhan dan tanaman, membuat kota itu indah. Itu saja yang didesain sudah mengundang orang untuk berkunjung ke kota pahlawan tersebut.

“Kenapa kita tak belajar dari sana. Kita tata jalan di sini, nyaman orang berjalan kaki. Jelas mana bahu jalan, mana trotoar, mana tempat orang berjalan kaki hingga memberikan ruang bagi para pesepeda untuk nyaman melakukan aktivitas gowes. Ini yang saya sebut infrastruktur dasar untuk perkembangan kota kita,” katanya.

Infrastruktur Olahraga

Lebih jauh, dia juga menyinggung soal sarana olahraga di Kota Pematangsiantar saat ini hampir tidak ada. Kondisi ini membuat banyak warga termasuk kaum milenial kesulitan untuk mencari ruang untuk berolahraga.

“Kita sekarang tidak ada sarana olahraga, kita tidak punya stadion, kita tidak punya GOR, kita tidak punya tempat untuk berolahraga. Ini luar biasa kota kita ini,” katanya.

Diketahui pada 2024 Provinsi Sumatera Utara menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON). Kota Pematangsiantar sebagai kota terbesar ke dua di Sumut menurut dia, seharusnya bisa menjadi lokasi pelaksanaan sejumlah cabang olahraga.

Asner kemudian berjanji akan mengupayakan atau melobi, agar Kota Pematangsiantar bisa menjadi tuan rumah cabang olahraga, seperti atletik maupun Cabor Gettboll yang bisa dilakukan di Stadion Sang Nauluh, setelah sebelumnya infrastruktur olahraganya dibenahi.

Asner berkeyakinan program ini bisa dikerjakan bersama dengan DPRD setempat, apalagi dirinya didukung oleh delapan partai politik yang kini mengusungnya sebagai calon tunggal dalam Pilkada Kota 2020 di Pematangsiantar berpasangan dengan Susanti Dewayani. (rel)





Back to top button