Berita

Arist Merdeka: Anak Rentan Korban Kejahatan Seksual

Seminar di Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

SIANTAR, FaseBerita.ID – Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar menggelar seminar bertemakan Pendidikan dan Perlindungan Anak yang bekerjasama dengan Komisi Nasional Perlindungan Anak.

Acara yang digelar di Aula Nommensen pada Rabu (24/4) kemarin langsung dihadiri oleh Arist Merdeka Sirait selaku Ketua Komnas PA.

Dalam kesempatan itu Arist Merdeka Sirait memamparkan tentang tingginya kasus yang terjadi kepada anak-anak di bawah umur. Kasus yang dialami anak di bawah umur beragam jenis, seperti penganiayaan, pelecehan seksual, mutilasi dan penyiksaan fisik dan mental.

Aris menjelaskan tentang banyaknya kasus yang telah ia tangani. Menurutnya, hampir di seluruh kalangan masyarak sudah tidak aman lagi bagi anak di bawah umur.

“Dalam penegakkan kasus hukum seksual terhadap anak secara umum masih ditempatkan sebagai tindak pidana biasa, sehingga hukuman yang diterapkan sangat ringan. Seringkali dua alat bukti sangat sulit untuk didapat dikarenakan korban masih belum bisa cakap untuk berbicara,” katanya.

Kebanyakkan lagi kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur terjadi di daerah pedalaman, namun jarang dilaporkan kepada pihak kepolisian disebabkan akses jalan dan jarak tempuh rumah warga dan kantor polisi.

Ada beberapa penyebab kasus kejahatan seksual, yakni porno grafi, porno aksi, lemahnya nilai-nilai agama dalam keluarga, kurangnya perhatian orangtua terhadap anaknya maupun peniruan budaya asing dan lain-lain.

Untuk mengurangi kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, maka sangat penting diberi penjelasan tentang bagian tubuh mana saja yang tidak boleh disentuh orang lain. Diterangkan juga yang mana pantas dilakukan dan tidak.

“Kita juga harus mengajari agar tidak mudah menerima tawaran orang atau iming-iming yang bertujuan hal negatif. Kita juga minta kepada anak supaya tidak takut memberitahukan bila telah mengalami pelecehan seksual,” katanya.

Pengawasan terhadap anak juga sangat penting dilakukan, seperti mengenali teman bermain dan tempat bermain.

Dalam seminar itu, seluruh peserta mengikuti acara tersebut dengan santai dan diberikan juga waktu untuk bertanya secara terbuka yang dipandu oleh Wakil Rektor III David David B Manalu MPd sebagai moderator.

Sementara itu, sebagai sambutannya Wakil Rektor I Prof Dr Selviana Napitupulu MHum mengucapkan terimakasih kepada kesediaan waktu Arist Merdeka Sirait datang ke Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar untuk mempaparkan tentang bagaimana perlindungan anak.

“Saya mohon maaf juga, karena Rektor sedang ada tugas luar, sehingga saya ditugaskan untuk memberikan sambutan,” terang Prof Dr Selviana Napitupulu MHum. (mag03/pra)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button