Berita

Anggota DPRD Usmayanto: RHS-ZW Berjuang Mandiri Tanpa Dipengaruhi Cukong

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Calon Bupati Kabupaten Simalungun dengan nomor urut 1, Radiapoh Hasiholan Sinaga (RHS) didampingi fungsionaris Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Simalungun, Usmayanto (anggota DPRD), Partai Hanura Suriawan (anggota DPRD), Perindo Sariadi Saragih, Partai Golkar Edi Suprapto (anggota DPRD) dan Ketua Tim Pemenangan RHS-ZW, Chrismes Haloho, melakukan safari politik ke sejumlah nagori di Kecamatan Tapian Dolok, Senin (12/10/2020).

Di hadapan warga di nagori yang disambangi RHS, anggota DRPD Kabupaten Simalungun, Usmayanto menegaskan, bahwa pasangan RHS-ZW punya kemampuan untuk melakukan perubahan di Kabupaten Simalungun.

“RHS-ZW berjuang untuk merebut hati rakyat dengan kemandiriannya, tanpa dipengaruhi pihak mana pun, apalagi para cukong. Dengan kemandirian pasangan inilah, arah pembangunan Kabupaten Simalungun menjadi lebih maju, lebih baik dan rakyatnya sejahgtera dapat tercapai,” kata Usmayanto.

Dijelaskannya, bahwa selama ini, pemerintahan terdahulu, tidak perduli dengan adanya alokasi anggaran pembangunan dari pihak lain, misalnya anggaran provinsi maupun kementerian.

“Kenapa tidak peduli, ya karena ada kesombongan, kita sudah berulang kali mengusulkan untuk dibuat proposal pengajuan tetapi tidak ditanggapi. Padahal anggaran itu sangat bermanfaat mendukung percepatan pembangunan Kabupaten Simalungun,” kata Usmayanto, yang kemudian ditanggapi, bahwa kalau pun ada usaha untuk pemerintah pusat akan mempertimbangkan karena takut dananya diselewengkan atau dikorupsi.

Usmayanto menjelaskan, bersama RHS-ZW, percepatan pembangunan akan dirasakan, karena RHS-ZW sudah melakukan lobi-lobi untuk mendapatkan anggaran pembangunan yang ada di APBN mau pun APBD Provinsi Sumut.

RHS pun menyampaikan, bahwa dirinya bersama pasangannya Zonny Waldi, tidak ada melibatkan para cukong untuk perjuangan memenangkan Pilkada Kabupaten Simalungun yang akan digelar pada 9 Desember 2020.

“Kami berjuang dengan kemandirian, tanpa melibatkan para cukong. Jadi, ketika rakyat memberikan kepercayaan untuk memimpin Kabupaten Simalungun, kebijakan yang akan kami laksanakan adalah kebijakan kemandirian. Artinya, kami tidak perlu memikirkan para cukong. Dengan kemandirian inilah, kami akan lebih leluasa memikirkan pembangunan Kabupaten Simalungun kea rah yang lebih maju, lebih baik dan rakyatnya semakin sejahtera,” kata Radiapoh Sinaga.(rel/fi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button