Berita

Anggaran DPRD Palas Direvisi Rp1,5 M untuk Tangani Dampak Covid-19

FaseBerita.ID – Guna membantu dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Palas, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Palas mengalokasikan Rp1,5 miliar dari belanja jasa dan barang, termasuk di antaranya perjalanan dinas. Ini merupakan kepedulian DPRD dalam penanganan covid-19.

Itu dilakukan usai rapat DPRD, Jumat (27/3) dan berdasarkan surat ketua DPRD Palas nomor 170/221/DPRD/2020 kepada Bupati Palas terkait dukungan perubahan penjabaran APBD 2020. Dalam hal ini, DPRD Palas siap mendukung dan bekerja sama, untuk menjaga dan mengantisipasi, agar virus yang cukup meresahkan ini, tidak menyebar di Kabupaten Palas.

“Kita sangat mendukung penanganan covid-19 ini, dan ini juga Sesuai imbauan Perpres nomor 4, dan maklumat kapolri. Semua stakeholder harus bekerja sama, termasuk kita, dan mudah-mudahan keresahan ini cepat berakhir,” kata Ketua DPRD Amran Pikal Siregar yang turut didampingi wakil ketua Syahrun Hasibuan, dan anggota DPRD lainnya H Puli Parisan Lc, Raja Parlindungan Nasution, Sufriadi Halomoan Hasibuan, M Ike Taken Hasibuan, Mara Luat Hasibuan, Kholid Daulay, Elfin Hamonangan, dan Sekwan Eddy Mirson Hasibuan.

Selain itu Wakil Ketua DPRD Syahrun Hasibuan juga meminta tokoh masyarakat, perangkat desa turut serta mengajak menginformasikan kepada masyarakat luas dampak covid-19 ini. Tentunya upaya sosialisasi yang terus menerus terhadap masyarakat akan dampak virus ini, diharapkan dapat mempersempit dan mencegah penyebarannya.

“Semua harus peduli, bekerja sama, kita tidak boleh anggap sepele. Untuk itu kepada tokoh masyarakat, alim ulama hingga perangkat desa harua bersinergi mensosialisasikan pencegahan virus ini,” tukas Syahrun.

Perlu diketahui, berdasarkan laporan data yang diterima, jumlah ODP di Palas ada satu orang. Sedang PDP ada 11 orang.

Hanya saja ada dua warga Palas yang terdaftar baru masuk ke Indonesia melalui imigrasi Kualanamu. Data dari keimigrasian yang terima Disnaker Palas terhitung pertanggal 3-24 Maret 2020.

Satu warga Siboris Kecamatan Barumun Tengah, dan satu lainnya warga Desa Hutaibus Kecamatan Lubuk Barumun.

“Maaf, kita sampai saat ini belum ada dari imigrasi, barusan dari dinas tenaga kerja ada masuk info tapi belum masuk ke dinkes,” ujar Marza Jennova, kadis Kominfo Palas selaku juru bicara gugus tugas penanganan covid-19 di Palas kemarin. (tan)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button