Berita

Ancam Potong Kemaluan Napi Kacab Rutan Sipirok Didemo

FaseBerita.ID – Aliansi Mahasiswa Pemuda Perjuangan Rakyat (Ampera) berunjukrasa, Kamis (19/11) di depan Rumah Tahanan Cabang Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. Kacab Rutan dituntut berhenti dan ditindak karena telah memperkerjakan tahanan dan narapidana di luar Rutan, hingga sampai tindakan mengancam memotong kemaluan para terpidana dengan sebilah pisau.

Dalam pernyataan sikapnya, Wirman Nasution dan Sayid Abdullah yang mengordinir aksi ini menuturkan kronologi perbuatan Kacab Rutan itu. Pertama, telah menyalahgunakan kewenangannya dengan mempekerjakan 13 orang narapidana untuk menanam bawang di luar Rutan pada 23 dan 24 Juli 2020 lalu.

“Karena dari informasi yang kami dapatkan. Dari 13 orang yang dipekerjakan di luar rutan Sipirok tersebut hanya 3 orang yang telah menjalani setengah dari masa pidananya,” kata Wirman.

Persoalan kemudian timbul saat penanaman bawang itu, narapidana yang sedang dipekerjakan tersebut melakukan upaya melarikan diri dari Rutan. Meskipun dapat kembali ditangkap oleh petugas pada sore harinya.

“Buntut dan upaya pelarian narapidana sesuai dengan poin nomor 2 di atas. pada 25 Juli 2020, Kacab Rutan Sipirok mengumpulkan seluruh narapidana di lapangan rutan untuk diberikan pengarahan oleh Kacab Rutan. Diduga 2 orang narapidana yang dinilai mengetahui rencana upaya pelarian narapidana, dipukul dan ditendang di lapangan,” katanya.

Yang kemudian jadi soal, perlakuan Kacab Rutan juga diduga telah melanggar HAM dengan menyuruh kedua narapidana yang dinilai mengetahui rencana pelarian itu, untuk maju, melepas pakaian atau telanjang di hadapan semua napi baik laki-laki atau Perempuan, lantas mengarahkan pisau dan mengancam memotong kemaluan dua napi itu.

“Kacab Rutan Sipirok juga diduga telah memaksa kedua napi tersebut agar mengaku bahwa mereka mengetahui rencana pelarian tersebut di atas sembari meletakkan sebilah pisau ke kamaluan narapidana yang telanjang tersebut dan mengancam memotong kemaluan narapidana tadi,” kata Mereka dalam unjukrasa itu.

Pada aksi unjukrasa pekan lalu, Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Cabang Rutan Sipirok mengakui kesalahan tersebut dan mengatakan telah meminta maaf kepada keluarga narapidana.

Namun Ampera tetap mendesak, agar Kacab Rutan ini diberhentikan dan diganti. Selanjutnya diberikan penindakan oleh lembaga terkait.

Alasannya, Kacab Rutan telah mengangkangi aturan pelaksanaan Asimilasi yaitu Peraturan Pernerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1999 Pasal 36. dan Permenkumham RI Nomor 03 Tahun 2018.

Dalam unjuk rasa Ampera ini, Mahasiswa diterima petugas Rutan, Boyman Harahap dan berjanji akan menyampaikan masalah itu kepada pimpinan Karutan, karena kebetulan kata dia, sedang tidak berada di tempat. (san)

iklan usi



Back to top button