Berita

Anak Indonesia dalam Lingkaran Darurat Narkoba

FaseBerita.ID – Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia Arist Merdeka Sirait menegaskan bahwa Anak Indonesia saat ini berada dalam lingkaran Darurat Narkoba, oleh karena itu, menjadi penting semua elemen negara dan bangsa harus bersatu padu dan bersama-sama memberantas narkoba, psikotropika dan memutus mata rantai darurat narkoba.

“Karena dampak dan permasalahan narkoba dan psikotropika tidak lagi mengenal batas negara dan telah menjadi masalah Internasional, bahkan menjadi salah satu pemicu “triger” meningkatnya kejahatan seksual terhadap anak,” tegas Arist Merdeka Sirait dalam siaran persnya yang diterima New Tapanuli, Rabu (20/11), terutama dalam merespon merajalelanya peredaran narkoba dan psikotropika yang menjadikan salah satu triger meningkatnya kejahatan seksual terhadap anak di Indonesia.

Lanjut Arist yang juga putra Siantar (Siantarmen-red) ini menyataan bahwa penyalahgunaan narkoba dewasa ini telah mengemuka dan merupakan masalah sosial yang kompleks dengan melibatkan dan memanfaatkan anak-anak, baik anak sebagai kurir, pendistribusi dan pengedar, serta dipaksa menjadi pemakai, juga rusaknya berbagai aspek kehidupan yang luas seperti masalah ekonomi, pendidikan dan perawatan kesehatan, agama dan politik.

“Mengingat bahaya narkoba dan psikotropika dapat mengancam kelangsungan hidup generasi bangsa dengan merusak mental dan jiwa anak-anak sebagai generasi penerus keluarga dan negara, maka masyarakat dunia berkomitmen melakukan berbagai upaya untuk melawan dan mencegah peredaran serta penyalahgunaannya narkoba, namun sampai saat ini belum mendapatkan hasil yang memuaskan,” kata Arist Merdeka Sirait.

Dengan demikian, lanjut Arist, upaya pencegahan dan penanggulangannya memerlukan tindakan secara masif, terencana dengan baik serta berkelanjutan sebagai tanggung jawab bersama masyarakat (commond issue community).

“Perlu dibangun kesadaran masyarakat bahwa pergerakan sindikat narkoba di Indonesia berkembang sangat pesat, bermula dari Indonesia sebagai tempat transit lalu lintas narkoba internasional, kemudian berkembang menjadi lokasi atau destinasi perdagangan narkoba internasional, bahkan ironinya saat ini Indonesia telah menjadi tempat produksi narkoba,” tegas Ketua Komnas PA.

Oleh karena itu, tutur Arist Merdeka Sirait, untuk menyelamatkan anak-anak menjadi korban bahaya narkoba, semua komponen bangsa tanpa batas perlu didorong untuk menyusun langkah-langkah strategis, terukur, terintegrasi dan berkelanjutan dalam memutus mata rantai darurat narkoba di Indonesia dengan melibatkan peran serta masyarakat.

“Anak-anak kita sebagai dambaan keluarga dan generasi penerus bangsa, wajib hukumnya kita jaga, kita selamatkan dan kita lindungi. Dan diharapkan masyarakat untuk tidak menghambat serta menghalang-halangi polisi dalam menjalankan tugasnya memberantas dan melawan peredaran narkoba,” katanya.

Sebab fakta menunjukkan, jelas dia, bahwa jutaan usia anak di Indonesia saat ini berada pada lingkaran darurat narkoba dan telah menjadi korban bahaya narkoba. Tidak sedikit anak-anak saat ini hidup dan bertumbuh di tengah-tengah kehidupan keluarga yang menjadi pengedar dan pemakai narkoba, akibatnya banyak anak terpapar dan menjadi Anak Dengan Narkoba (ADN).

“Tidaklah adil bagi anak, jika anak justru dieksploitasi dan dimanfaatkan serta menjadi korban peredaran narkoba,” tambah Arist.

Oleh sebab itu, Komnas Perlindungan Anak mengajak semua komponen bangsa dan tembus batas profesi, alim ulama, tokoh lintas agama, anggota dewan, organisasi kepemudaan, mahasiswa, jurnalis, organisasi perempuan, organisasi sosial kemasyarakatan, aktivis dan pegiat HAM serta penggiat perlindungan Anak dan aparatur penegak hukum, untuk melawan secara total narkoba. (mis)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close