Berita

Anak Depresi Ditinggal Ayah dan Meninggal

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Aroma bau busuk menyengat dari rumah salahsatu Warga Kampung Suka Rakyat I, Kelurahan Kerasaan I, Kecamatan Pematang Bandar Kabupaten Simalungun, Senin (16/12).

Warga pun penasaran. Setelah dicari sumber aroma busuk itu, ternyata ditemukan mayat seorang laki-laki bernama Lisbon Ambarita (53) di ruang tamu rumahnya.

Diketahui Lisbon Ambarita mengalami depresi atau stress setelah kedua orangtuanya sudah tidak ada lagi. Terakhir ayahnya meninggal dunia sekitar enam bulan yang lalu.

Ceritanya, saksi Suryani br Ambarita (35) tetangga korban merasakan bau busuk dari dalam rumah korban. Lalu Suryani melihat dari jendela depan rumah dilihat korban sudah dalam keadaan meninggal dunia bahkan sudah busuk mengeluarkan ulat.

Dengan rasa panik, Suryani langsung memberitahukan kepada saksi Ando Situmorang juga tetangga korban. Lalu Ando pergi mengintip dari jendela untuk memastikannya.

Setelah memastikannya, Suryani dan Ando memberitahukan kepada Toni Simarmata selaku Kepala Lingkungan (Kepling). Selanjutnya Kepling memberitahukan kepada pihak Kepolisian dan kepada keluarga korban.

Setelah menerima laporan, Kapolsek Perdagangan AKP Supendi bersama Kanit Reskrim, Kanit Sahara dan anggota yang melaksanakan piket langsung menuju rumah korban.

Tiba di sana, Kapolsek dan anggota membuka paksa pintu rumah korban disaksikan Camat Pamatang Bandar dan Lurah Kerasaan I dan menemukan mayat korban di ruang tamu dengan kondisi sudah membusuk di atas tikar dalam posisi terlentang.

Kapolsek Perdagangan AKP Supendi saat dikonfirmasi via selulernya, Selasa (17/12) sekira pukul 13.00 WIB, membenarkan penemuan mayat tersebut.

“Ya, setelah mayat ditemukan, lalu dilakukan pemeriksaan luar terhadap korban oleh dokter Siti dan dokter Yusuf dari Puskesmas setempat. Namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ujarnya.

Lanjut AKP Supendi menerangkan, mayat korban telah dikebumikan oleh pihak keluarga korban dan sesuai keterangan pihak keluarga, korban mengalami depresi.

“Informasi yang kami terima, korban mengalami depresi atau stress setelah ayahnya meninggal dunia sekitar enam bulan lalu. Jadi korban tinggal sendiri di rumahnya. Sementara saudaranya berada di luar daerah,” pungkas Supendi. (Mag-05)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close