Berita

Aliansi Jurnalis Siantar: Stop Pelecehan pada Jurnalis!

FaseBerita.ID – Puluhan jurnalis (wartawan, red) dari berbagai media cetak, online, dan televisi yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Siantar melakukan unjuk rasa di kantor Walikota, Kamis (13/8).

Unjuk rasa itu buntut dari pernyataan yang dilontarkan Walikota Pematangsiantar Hefriansyah saat sejumlah wartawan melakukan wawancara cegat terhadapnya di depan Gedung DPRD Pematangsiantar beberapa waktu lalu.

Pantauan media ini, para wartawan secara bergantian menyampaikan orasi. Mereka menuntut Hefriansyah agar tidak arogan dan memiliki etika ketika wartawan melakukan konfirmasi terkait pemberitaan. Mereka menilai Walikota Siantar alergi terhadap wartawan.

“Kami minta wali kota untuk hadir di depan kami, dan meminta maaf atas perkataan yang tidak memiliki etika kepada wartawan,” ucap salah satu wartawan, Imran Nasution, Kamis (13/8/2020).

Ia menilai dan menyesalkan pernyataan Hefriansyah telah melecehkan sejumlah wartawan.

Hal senada disampaikan Koordinator aksi, Elisabet Purba. Ia mengaku mendapat perkataan kurang baik dari Hefriansyah dan sangat keberatan atas pernyataan tersebut. Diakuinya, saat itu dia hanya ingin mengkonfirmasi terkait kunjungan Walikota ke KASN.

“Namun wali kota selalu menjawab dari mana informasimu. Akibat selalu saya tanya tentang itu, wali kota menyampaikan ‘agar pakai otak mencari informasi’, serta mengacungkan jari ke kepalanya,” terang Elisbeth.

Sementara Samsudin Harahap, dalam orasinya mengaku selama ia jadi wartawan kurang lebih 20 puluh tahun di unit pemerintahan, baru kali ini Wali Kota bersikap arogan seperti itu.

“Sudah 20 tahun saya menjadi wartawan unit di pemerintahan, tapi baru kali ini menghadapi walikota yang seperti itu,” ujarnya.

Setelah tidak ada etika baik wali kota dan tidak bertemu dengan wartawan, rombongan wartawan mengunjungi kantor DPRD Pematangsiantar.

Di Gedung DPRD, salah satu wartawan, Hermanto Sipayung, meminta agar universitas yang mengeluarkan gelar Doktor untuk Hefriansyah, mencabutnya.

Menanggapi aspirasi wartawan, anggota DPRD Ferry Sinamo didampingi Herbet Siahaan dan Baren Purba mengatakan, wartawan adalah pilar keempat membangun bangsa dan mendukung kinerja pemerintah. Terkait ungkapan Hefriansyah, Ferry sangat kecewa.

“Pers dilindungi Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999. Dalam undang-undang itu pers dapat melakukan pengajuan hukum. DPRD akan berunding mencari solusi,” tegasnya. (ros/fi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button