Berita

Alasan Gaji Tidak Cukup, Gelapkan Uang Setoran: Karyawan Ditangkap Polisi Sibolga

FaseBerita.ID – Seorang karyawan perusahan perkreditan barang-barang elektronik ditangkap polisi setelah dilaporkan menggelapkan uang setoran nasabah, Selasa (18/2) lalu. Pria itu diketahui berinisial TMTS (25) warga Jalan Jenderal Gatot Subroto Lingkungan II Kelurahn Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, Tapteng.

Menurut polisi, penangkapan pelaku berdasarkan laporan Samat Sapran, perwakilan PT Colombia, Kamis (16/1).

Dalam keterangannya, Samat mengaku pihaknya mengetahui adanya penggelapan yang dilakukan TMTS setelah kasir perusahaan tersebut memberitahu bahwa pelaku tidak menyetorkan uang tagihan dan menyerahkan kwitansi pembayaran nasabah.

“Selasa (27/8/2019) sekira pukul 08.30 WIB, Lisa Wahyuni yang bekerja sebagai kasir PT Colombus Sibolga memberitahukan bahwa tidak ada menerima kwitansi pembayaran kredit dan uang kredit. Padahal, setiap hari sekira pukul 08.30 WIB, dia harus melaporkannya,” kata Sormin menjelaskan keterangan Samat pada penyidik, Sabtu (22/2).

Setelah menerima laporan dari Lisa, Samat kemudian menemui pelaku. Saat itu pelaku berdalih kalau uang dan kwitansi pembayaran tinggal di rumah. Tak hanya itu, pelaku juga berjanji kepada pimpinan perusahaan tersebut akan mempertanggung jawabkan uang tersebut. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, pelaku tidak juga menyerahkan uang setoran tersebut.

“Pelaku berjanji akan menyelesaikannya pada Rabu (15/1). Hingga waktu yang dijanjikan oleh pelaku, tidak jug ada pembayaran, sehingga perusahaan dirugikan sekira Rp25.000.000 dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sibolga,” ungkapnya.

Kepada penyidik, ayah satu anak tersebut mengaku telah menggelapkan uang perusahan sejak Agustus 2019.

Sekilas diterangkannya, caranya agar uang yang ditagih dari nasabah, banyak. Dengan menjanjikan potongan 1 bulan, bagi nasabah yang membayar lunas.

“Di memberi iming-iming potong selama 1 bulan bagi yang membayar lunas. Alasannya, ada promo akhir tahun. Padahal, itu hanya prakarsa dia sendiri. Kemudian, pelaku menerangkan ke perusahaan kalau pengkredit belum membayar karena lagi tidak berada di rumah atau sudah pindah,” terang Sormin.

Untuk menghilangkan barang bukti, pria yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut kemudian membakar semua kwitansi pembayaran. Setiap kali ditanya perusahaan, tersangka selalu berdalih kalau kwitansi tersebut telah rusak karena basah di saku celana. “Kalau ditanya, dia beralasan kwitansi tinggal di rumah atau sudah basah di kantong celananya,” ungkapnya.

Total uang yang berhasil dia kutip sebesar Rp20.000.000. Uang tersebut telah habis dia gunakan untuk membayar hutang istri dan kakaknya.

“Besaran kutipan mulai dari Rp124.000 sampai Rp450.000. Uang yang telah diterima dan tidak disetorkan senilai Rp20.000.000. Uang tersebut dipakai Rp2.500.000 untuk menebus kalung isterinya di Pegadaian. Kemudian, Rp3.500.000 memperbaiki kretanya, Rp1.600.000 membayar angsuran HP milik kakaknya, Rp1.200.000 membayar angsuran mesin cuci tetangga dan selebihnya buat biaya hidup. Kwitansi yang diterima tersangka adalah rangkap 3. Warna kuning untuk konsumen, warna pink dan biru diserahkan pada kasir saat penyetoran uang,” pungkasnya.

Menurut tersangka, perbuatan tersebut dilakukan karena gaji yang diperoleh dari PT. Colombus tidak mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. “Sebelumnya pun, tersangka pernah melakukan penggelapan, namun diselesaikan dengan cara potong gaji,” tandasnya.

Kini, tersangka ditahan di RTP Polres Sibolga. Kepadanya dikenakan pasal 374 Subsider pasal 372 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun. (ts)

Unefa

Pascasarjana


Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close