Berita

Aksi Mahasiswa 6 Perguruan Tinggi di Sibolga: Turun ke Jalan Tolak Revisi UU KPK

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Aliansi Mahasiswa Sibolga-Tapteng menggelar aksi demo ke kantor DPRD Kota Sibolga, Jumat (27/9/2019).

Adapun tuntutan mahasiswa yang berasal dari enam perguruan tinggi tersebut, di antaranya menolak revisi Undang-undang KPK nomor 30 tahun 2002 yang dinilai melemahkan lembaga anti korupsi tersebut. Kemudian mereka juga mendesak DPR RI agar segera merestorasi RUU KUHP yang memicu polemik.

Mahasiswa juga meminta agar Presiden RI Joko Widodo memastikan setiap revisi undang-undang tidak mengandung unsur yang merugikan rakyat. Melalui DPRD Kota Sibolga, agar mengambil sikap dan menolak revisi Undang-undang KPK serta mendorong DPR RI agar segera merestorasi RUU KUHP.

Tak hanya tuntutan seputar RUU, ratusan mahasiswa tersebut juga mendesak agar polisi segera mengusut tuntas pelaku Karhutla dan meminta pemerintah mencabut izin korporasi. Kemudian, mengimbau aparat keamanan untuk tidak menggunakan senjata atau alat kelengkapan atas aksi massa.

Aparat keamanan harus menggunakan cara-cara persuasif dan mengedepankan aspek kemanusiaan. Menolak tindakan represifitas terhadap aktifis mahasiswa di berbagai daerah. Dan mengusut tuntas dan adil pelaku penembakan terhadap salah satu aktifis mahasiswa di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Adapun enam perguruan tinggi yang ikut dalam aksi tersebut, di antaranya Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Sibolga (STITM), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sibolga-Tapteng (STIE) Al-Washliyah.

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bahriyatul Ulum Tapteng, Akademi Komunitas Negeri (AKN) Sibolga, Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga (STPS) Sibolga dan Sekolah Tinggi Perikanan (STPK) Matauli Tapteng.

Amatan, sebelum ke kantor DPRD, para mahasiswa melakukan long march dari titik kumpul di Gedung Nasional Sibolga, Jalan Ferdinand Lumban Tobing, menelusuri Jalan Sutoyo Siswomiharjo hingga berakhir di Jalan S Parman, depan kantor DPRD Sibolga.

Ada Penyusup dan Siswa SMK Bawa Golok

Koordinator lapangan aksi demo mahasiswa di depan kantor DPRD Kota Sibolga memergoki dua pria yang diduga sebagai penyusup dalam barisan mahasiswa saat orasi. Keduanya mengenakan almamater Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah berwarna hijau.

Namun, kedua pria tersebut dipastikan bukan merupakan mahasiswa STIE AL-Wasliyah, karena keduanya tidak mampu memperlihatkan identitas mahasiswa mereka kepada koordinator aksi.

Koordinator aksi sangat marah dengan keberadaan mereka di tengah-tengah mahasiswa. Mengingat banyaknya aksi provokator yang sengaja menyulut emosi mahasiswa. Sehingga, mengakibatkan terjadinya kerusuhan.

“Saya Korlap di sini, teman saya semua polisi ini. Jangan jadi provokator kalian. Karena saya yang bertanggungjawab di sini,” katanya dengan nada keras kepada kedua pria yang diduga sebagai penyusup tersebut.

Keduanya kemudian diserahkan ke pihak Kepolisian.

Dari hasil interogasi yang dilakukan petugas, keduanya mengaku berada di tengah kerumunan mahasiswa hanya ikut-ikutan untuk menyampaikan aspirasi. “Hanya ikut menyampaikan aspirasi,” kata seorang diduga penyusup yang mengenakan topi.

Tak hanya itu, polisi juga menemukan seorang siswa berpakaian pramuka yang diduga merupakan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dari tangan siswa tersebut, polisi menemukan sebuah benda tajam berupa golok. (ts)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker