Berita

Aksi Kejahatan di Siantar Resahkan Ibu-ibu Takut Anak-anak Jadi Korban…

SIANTAR, FaseBerita.ID – Aksi kejahatan di Pematangsiantar kian marak sejak beberapa bulan terakhir. Keresahan pun merebak. Sejumlah warga khususnya ibu-ibu mengaku khawatir pelaku menyatroni kediaman mereka, bahkan jadi korban kejahatan.

Bahkan, kaum ibu rumah tangga mulai khawatir atas keselamatan dan kenyamanan bagi anak-anak mereka disaat sedang di luar lingkungan keluarga, mengingat aksi pelaku kejahatan yang mulai marak belakangan ini.

Misalnya, Mak Rahel (30) warga Jalan Dalil Tani Unjung. Mak Rafael (35) warga Lapangan Bola Atas, dan Mak Jefri (40) warga Jalan Kabanjahe, Kampung Kristen serta beberapa warga lainnya saat berbincang dengan wartawan di beberapa tempat berbeda.”Khawatir sudah pasti. Mengingat belakangan ini aksi kejahatan sudah marajalela di Siantar. Udah gitu, pelakunya juga belum ada yang tertangkap,” kata Mak Rahel.

Kegelisahan mereka itu didasari atas banyaknya kejadian-kejadian tindak kriminal pencurian sekaligus perampasan (jambret), baru-baru ini di wilayah Kota Pematangsiantar.

“Kasihan anak-anak. Takutnya mereka yang jadi korban kalau polisi tidak segera bertindak. Masalah ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Polisi harus bergerak cepat menangkap pelaku,” kata Mak Jefri.

Salah satunya seperti yang dialami Rut Purba (22), Putri Kandung Kapolsek Tanah Jawa Kompol J Purba. Dimana Rut Purba bersama satu orang rekannya bernama Fina Silalahi, keduanya dicopet di Jalan Besar Melanton Siregar beberapa waktu.

Identitas pelaku hingga Jumat (31/1) belum juga terungkap, meski pihak Reskrim Polres Siantar yang bekerja sama dengan Polsek Siantar Marihat telah melakukan pemeriksaan CCTV di kawasan itu.

Menyikapi masalah ini, Kabag Humas Polres Siantar Iptu Rusdi Ahya saat diwawancarai wartawan, Senin (27/1) mengaku baik pelaku jambret, pelaku pembobolan rumah belum terungkap.

“Pelakunya masih belum terungkap, masih dalam Lidik Personel Kepolisian lah,” kata Iptu Rusdi.

Hal serupa disampaikan Kasat Reskrim Polres Siantar Iptu Nur Istiono. Ia mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir karena tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan. Pihaknya komit akan memberantas segala bentuk kejahatan khususnya di Siantar.

“Kita berantas bang, kita tindak terus,” ujarnya singkat.

Amatan wartawan, tidak hanya kasus jambret, ada beberapa kasus lainnya yang kini sedang menimpa masyarakat. Seperti yang dialami dua pelajar berinisial RAW (18) dan DN (14) warga Jalan Sisingamangaraja. Keduanya menjadi korban perampokan beberapa waktu lalu.

Hal serupa dialami Reza Harmaulana Rendi (16) salah satu pelajar di sekolah Teladan, warga Jalan Langgar, Kelurahan Kampung Banjar, Kecamatan Siantar Barat, menjadi korban tindak kejahatan pencurian.

Kejadian tersebut terjadi di Jalan Singosari, depan bengkel kereta samping puskesmas, Sabtu (25/1) malam sekira pukul 22.00 WIB. Dimana korban bersama rekannya lutfi (16).

Awalnya korban bersama satu orang rekannya mengendarai sepedamotor Beat warna merah BK 4338 WAG. Tiba-tiba dihampiri tiga orang lelaki membawa RX King warna putih. Salahsatu ciri-ciri pelaku berambut panjang, tinggi dan berkulit putih.

Bahkan masih ada beberapa kasus lain seperti di antaranya pembobolan rumah warga seperti yang dialami Rido Siregar (35) bersama istrinya Rosita (30) dan dua orang anaknya yang masih balita, nyaris menjadi korban perampokan pada Sabtu (18/1) lalu. Dan hingga Jumat (31/1) pelaku seluruh kasus tersebut belum ada yang terungkap. (Mag-03)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button