Berita

Aksi Curanmor di Tapteng Kian Ganas

TAPTENG, FaseBerita.ID – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah hukum Polres Tapanuli Tengah kian mengganas. Dalam dua minggu belakangan, sudah tiga kasus yang dilaporkan ke pihak berwajib.

Terakhir, aksi pencurian terjadi pada Senin (7/10/2019) sekira pukul 19.10 WIB. Pelaku sukses menggondol satu unit sepedamotor Honda yang diparkir di halaman rumah pemiliknya, Jalan Raja Junjungan Lubis, Kelurahan Pandan Wangi, Kecamatan Pandan.

Ditenggarai, pelaku berhasil membawa kabur sepedamotor yang baru dibeli tersebut hanya dalam hitungan menit. Pasalnya, sekira pukul 19.00 WIB, pemilik sepedamotor Arsita Putri Sitompul (26) bersama suaminya masih duduk-duduk di halaman rumah sambil bercerita. Saat itu Arsita masih melihat sepedamotornya terparkir di tempat.

Usai bercerita di halaman rumah, Arsita bersama suami masuk ke dalam untuk istirahat. Sekitar 10 menit ke depan, tepatnya pukul 19.10 WIB, suami Arsita berniat hendak memindahkan sepedamotor ke dalam rumah. Namun alangkah terkejutnya ia begitu melihat Honda yang baru memiliki STCK (Surat Tanda Coba Kendaraan) itu sudah tidak ada lagi di tempat semula. “Hanya 10 menit,” kata Arsita, sembari menegaskan sewaktu memarkir sepedamotonya tidak lupa mengunci stang.

Peristiwa curanmor yang menimpa wanita berprofesi sebagai ASN itu dibenarkan Kapolsek Pandan, Iptu Zulkarnain Pohan. Melalui Ps Kasubag Humas Polres Tapteng, Iptu Rensa Sipahutar mengatakan, jika korban telah melaporan kejadian tersebut ke Mapolsek Pandan. “Ia benar, dilaporkan Selasa (8/10/2019), sekira pukul. 09.00 WIB,” ujar Rensa, melalui pesan tertulis.

Ditambahkannya, saat membuat laporan pengaduan korban menyertakan dua orang saksi serta menyerahkan dokumen terkait pembelian sepeda motor berupa, 1 lembar surat keterangan dari CV Mitra Honda Motor, STCK (Surat Tanda Coba Kendaraan), 2 lembar kwitansi pembelian sepedamotor dari CV Mitra Honda Motor, dan 2 buah kunci sepedamotor. “Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp 17.900.000. Pelaku masih dalam tahap penyelidikan,” pungkas Rensa.

Sebelumnya aksi pencurian kendaraan bermotor terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan, Sabtu (28/9/2019) lalu. Satu unit Honda Supra Fit warna hitam BB 5570 MW yang diparkir di samping ruang IGD, raib digondol maling.

Adalah Mustafa Kamal, warga kompleks Sibuluan Nauli Permai Blok F Nomor 4 Keluruhan Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan, Tapteng, suami dari salah seorang pasien rawat inap RSUD Pandan. Ia mengaku telah kehilangan sepedamotor sewaktu menjenguk istrinya yang sedang di rawat di RSUD Pandan.

Peristiwa kehilangan yang dialami Mustafa bemula saat korban datang ke RSUD Pandan untuk menjenguk istrinya, Jumat (27/9/2019) sekira pukul 17.00 WIB, dengan mengendarai Honda Supra fit BB 5570 MW. Setiba di RSUD Pandan, korban memarkirkan sepedamotornya di samping ruang IGD. Setelah itu korban langsung masuk ke ruang di mana istrinya sedang dirawat.

Keesokan harinya, Sabtu (28/9/2019), sekira pukul 06.00 WIB, usai Sholat Subuh, korban mendatangi tempat parkir sepedamotornya. Namun alangkah terkejutnya korban saat melihat kreta miliknya sudah tidak ada lagi di tempat semula. Bersama anaknya, Muhammad Farhan Kamal Putra, korban berusaha mencari sepedamotor miliknya sekitaran RSUD Pandan, namun tidak berhasil menemukannya.

“Saya kaget melihat sepedamotor saya sudah tidak ada lagi di parkiran. Saya coba mencari di sekitar rumah sakit, namun tidak ketemu,” ujar Mustafa.

Selanjutnya aksi curanmor juga terjadi di rumah kosong milik Ramadhan Sigalingging di Lingkungan IV Kelurahan Muara Nibung, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Minggu (29/9), sekitar pukul 04.30 WIB. Akibat kejadian, satu unit Sepeda motor (septor) Honda All New Beat Street FI Esp CW CBS warna Silver BB 6575 NO, raib digondol maling.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, pihak kepolisian menemukan barang bukti berupa 1 buah pisau stanless, 1 buah batu kali dan 1 kepala kunci kontak yang sudah rusak.

“Ia benar, septor milik Risda Sanwira Zebua (19), yang di simpan dirumah kosong pamannya di Kelurahan Muara Nibung,” ujar Ps Kasubag Humas Polres Tapteng Iptu Rensa Sipahutar, melalui pesan tertulis, Senin (30/9/2019).

Dipaparkan, peristiwa hilangnya sepeda motor milik gadis yang berdomisili di Jalan Pulo Rembang, Kelurahan Pasar Belakang, Kecamatan Sibolga Kota ini, bemula saat ianya hendak berangkat ke Medan, Jum’at (27/9/2019), sekitar pukul 19.00 WIB. Sebelum berangkat, korban mendatangi rumah orangtuanya, Sarifuddin Zebua, di Lingkungan IV Kelurahan Muara Nibung, Kecamatan Pandan. Kepada Sarifuddin, korban menitipkan sepeda motor Honda All New Beat Street FI Esp CW CBS miliknya.

Keesokan harinya, Sabtu (28/9/2019), sekitar pukul.22.00 WIB, korban yang sudah berada di Kota Medan menelepon orangtuanya sembari memastikan keberadaan septor miliknya. Oleh orangtua korban mengatakan jika septor di simpan di rumah kosong milik paman korban, Ramadhan Sigalingging. Rumah kosong tersebut persis berada didepan rumah orangtua korban.

Masih kata Rensa, pagi dini hari sekitar pukul 04.30 WIB, kakek korban, Saradodo Zebua, yang tinggal bersama dengan orangtua korban terbagun hendak ke kamar mandi. Tepat di depan pintu rumah, Saradodo melihat pintu depan rumah tempat penyimpanan septor telah terbuka.

Curiga dan khawatir, Saradodo membangunkan anaknya Sarifuddin Zebua, dan kemudian bersama-sama mendatangi rumah kosong tersebut. Saat masuk ke dalam rumah sepeda motor sudah tidak ada lagi ditempatnya. Ayah dan kakek korban sempat mencari disekitaran rumah, namun sepeda motor tersebut tidak juga di temukan.

Berharap Polisi Tangkap Pelaku

Masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah mengeluhkan maraknya aksi pencurian sepedamotor yang marak sejak dua bulan terakhir. Masyarakat berharap ada tindakan yang intensif untuk menangkap para pelaku kriminal di wilayah tersebut.

Seperti diungkapkan Hasanuddin Siregar (23), warga Lingkungan 4 Kelurahan Pinangsori, Kecamatan Pinangsori, Tapteng. Dia mengaku resah dengan aksi pencurian sepedamotor yang belakangan ini marak terjadi. Terbukti, Honda Beat BB 4225 MS miliknya hilang saat diparkir di area perparkiran RSUD Pandan beberapa waktu yang lalu. Hanya kurun waktu 25 menit setelah diparkir, sepeda motor miliknya raib digondol maling. “Dalam hitungan menit kendaraan saya langsung raib digondol maling,” kata Hasan, Rabu (9/10/2019).

Menurut Hasan, aksi pencurian sepedamotor yang terjadi di wilayah Tapanuli Tengah diduga dikoordinir oleh sebuah sindikat. Dugaan ini bukan tanpa alasan, peristiwa curanmor yang menimpa Arsita Putri Sitompul (26), warga Jalan Raja Junjungan Lubis, Kelurahan Pandan Wangi, Kecamatan Pandan, Senin (7/10/2019), sungguh sangat di luar nalar manusia. Pasalnya dalam hitungan menit, sepedamotor yang stangnya di kunci, bisa sukses digondol maling.

“Sama persis dengan peristiwa yang saya alami, dalam hitungan menit raib. Kemungkinan dari awal kita telah dimata-matai. Dan saya yakin pelakunya sudah sangat profesional,” tukas Hasan.

Hasan juga menyesalkan, keterlambatan tindakan pencegahan, penghentian, pengendalian atas kasus yang terjadi. Peristiwa tersebut telah menimbulkan kerugian materil terhadap pemilik kendaraan bermotor. Dia meminta, agar pihak kepolisan secepatnya mengungkap sindikat curanmor tersebut.

Senada diungkapkan salah seorang tokoh pemuda di Kabupaten Tapanuli Tengah, Madayansyah Tambunan MPd. Ia menyebutkan, aksi curanmor yang marak terjadi belakangan ini tidak terlepas dari lambannya penindakan yang dilakukan aparat penegak hukum. Namun walaupun begitu, sambung Madayansyah, kecerobohan pemilik sepedamotor dalam memarkirkan kendaraannya juga menjadi faktor penyebab gampangnya pelaku dalam menjalankan aksinya. “Belum adanya kasus yang terungkap bisa saja membuat pelaku semakin ketagihan menjalankan aksinya,” sebut Madayansyah.

Untuk meminimalisir terjadinya aksi pencurian sepedamotor, pria yang pada bulan Februari 2020 nanti akan dilantik menjadi anggota DPRD Tapteng ini mengimbau agar masyarakat mengunci sepedamotornya dengan gembok saat diparkir di halaman rumah, pertokoan, maupun perkantoran. “Seandainya memarkir sepedamotor sebaiknya dikunci double sehingga mempersulit oknum yang berniat mencurinya,” imbau Madayansyah.

Selain itu, ia juga mengimbau agar masyarakat tak memarkir sepedamotor di sembarangan tempat, karena bisa menjadi incaran kawanan pencuri motor yang berkeliaran. Kepada pihak pemerintah, Madayansyah berharap agar memasang kamera CCTV di tempat-tempat pelayanan kemasyarakatan. (ztm)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button