Berita

Aksi Bela Islam di Kota Siantar: Walikota Copot Jabatan dr Ronald Saragih

FaseBerita.ID – Walikota Pematangsiantar Hefriansyah akhirnya mencopot jabatan dr Ronald Sargih sebagai Dirut RSUD Djasamen Saragih. Hal ini disampaikan di hadapan massa Aksi Bela Islam yang digelar di Lapangan H Adam Malik, Senin (5/10) pagi.

Aksi Bela Islam ini digelar sebagai bentuk protes terkait prosesi fardhu kifayah seorang jenazah wanita yang dilakukan empat pria petugas RSUD dr Djsamen Saragih beberapa waktu lalu.

Dalam aksi itu massa mengumandangkan takbir sembari meminta Walikota mencopot Dirut RSUD dr Djsamen Saragih, dr Ronald Saragih serta meminta kepolisian mengusut persoalan tersebut.

Ustaz Syahban Siregar selaku orator dalam aksi itu mengatakan, hujan yang turun saat gelaran aksi tidak terlepas dari pertolongan Allah SWT. Terasa sejuk sehingga peserta aksi bisa tetap tertib dan berjalan damai.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Kota Pematangsiantar Ustaz Faidil Siregar mengatakan, aksi damai ini bertujuan mengingatkan pemerintah agar menghormati keyakinan dan kerukunan umat beragama di Kota Pematangsiantar.

“Kedepannya agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di kota Pematangsiantar yang dikenal toleran. Pemerintah harus memberikan sanksi tegas kepada siapapun yang ingin mengusik keberagaman dan nilai-nilai toleran di kota ini,” ujar Faidil dalam orasinya.

Pada saat itu, Walikota Pematangsiantar Hefriansyah bersama jajarannya datang ke lokasi dan menemui massa. Setelah mendengar tuntutan massa, Hefriansyah yang pada saat itu didampingi Kepala BKD Pematangsiantar Siddik dan juga Kepala Inspektorat Junaidi memastikan mencopot dr Ronal Saragih dari jabatannya.

“Saya sebagai Walikota Pematangsiantar yang kebetulan juga bersama saya ada kepala BKD dan juga Inspektorat dengan tegas mencopot dr Ronal Saragih,” ungkap Walikota.

Sementara itu, di lokasi yang sama, Kapolres Kota Pematangsiantar AKBP Boy Siregar juga menegaskan proses hukum akan tetap berlanjut, karena permasalahan ini telah menjadi atensi oleh Kapolda Sumatera Utara dan telah dilakukan olah TKP.

Setelah mendengar jawaban dari Walikota dan Kapolres Pematangsiantar, seluruh massa aksi pun membubarkan diri dengan damai. (ros)





Back to top button