Berita

Akses Jalan Diputus, Pelajar Terpaksa Merangkak ke Sekolah

ASAHAN, FaseBerita.ID – Akses jalan penghubung Desa Sukaraja Kecamatan Simpang Kabupaten Asahan dengan sekolah dasar diputus PT PEU, akibatnya beberapa pelajar terpaksa merangkak berangkat sekolah menghindari parit berair sedalam sekitar lima meter, Rabu (22/1).

Sumantri (10), warga Dusun Satu, salah seorang murid sekolah dasar mengaku takut dan sedih karena terpaksa melewati parit sedalam 5 meter saat berangkat ke sekolah.

“Takut pak melewati parit itu, lantaran paritnya dalam dan berair terpaksa merangkak aku pak,” kata Sumantri.

Senada juga dikatan Warto (45) warga setempat, ia mengatakan warga setempat banyak menyesalkan pembuatan parit sehingga warga merasa terisolir. “Warga dan anak sekolah   harus memutar sekira 10 kilometer melewati desa lain untuk menuju kantor desa dan sekolah, dari 500 meter sebelumnya jika belum diputus,” kata Warto.

Diketahui jalur penghubung antara pemukiman warga dengan pusat pendidikan dan Kantor Kepala Desa sebelumnya hanya berjarak sekira 600 meter.

Sementara itu Sugianto Kepala Desa Suka Raja mengaku tak hanya satu dusun yang terisolir. “Kita akui memang memang jalur itu tidak resmi menjadi jalan desa, namun kebijakan memberi akses penghubung desa telah terjadi selama puluhan tahun menuju sekolah dan kantor desa, PT PEU memutus akses itu tanpa memberikan surat pemberitahuan ke kantor desa,” keluh Kades.

Sementara itu Humas PT Padasa Enam Utama saat dikonfirmasi didampingi sejumlah komandan Sekurity PT Padasa mengaku telah memberikan surat pemberitahuan pemutusan akses jalan. “Kita ada dokumentasi bang, terkait kedalaman parit kita hanya menuruti perintah atasan bang,” tandas Humas tersebut. (ck3/rah)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button