Berita

Akibat Hujan Deras, Pekarangan Rumah Longsor Tiang Listrik Nyaris Tumbang

FaseBerita.ID – Derasnya hujan yang turun mulai Selasa (28/7) hingga Rabu (29/7) di Kota Sibolga menyebabkan pekarangan rumah di Jalan Oswald Siahaan nomor 25, Kelurahan Sibolga Ilir mengalami longsor. Tak hanya itu, longsor kemudian menyebabkan ambruknya tiang listrik yang condong ke jalan dan mengancam keselamatan pengguna jalan.

Peristiwa itu diketahui oleh warga pada pagi hari kemarin. “Saat bangun pagi sekira pukul 07.00 WIB saya lihat halaman rumah mereka sudah terbelah akibat curahan hujan yang terus menerus turun. Akhirnya satu jam kemudian longsor dan tanah longsoran itu masuk ke parit,” jelas E Silalahi (35) warga Kelurahan Sibolga Ilir, kepada wartawan media ini.

Dia menambahkan, akibat longsor tersebut, halaman rumah langsung terbelah kemudian mengenai tiang listrik milik LHKP. Tiang listrik itu pun bergeser ke parit serta mengancam pengendara yang lewat. Sebab tiang listrik tersebut sewaktu-waktu bisa tumbang ke tengah Jalan.

“Selain akibat longsoran yang mengancam pengguna jalan, tanah longsor juga merusak pipa air yang tersambung ke rumah warga lainnya. Termasuk pipa air ke rumah kami yang pecah dan air tidak mengalir lagi. Mandi pun nggak bisa Lagi,” jelasnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sojuangon Daulay kepada wartawan menyampaikan bahwa pihaknya langsung menurunkan petugas ke lokasi begitu mendapatkan informasi.

“Petugas kita sedang membersihkan longsoran, terutama tiang listrik yang berbahaya bagi pengguna jalan. Dan kita sudah koordinasi dengan LHKP tentang tiang listrik tersebut,” jelasnya.

Hujan Guyur Pantai Barat Sumut

Sebelumnya Kepala BMKG Pinangsori Ahmad Ubaedillah kepada wartawan media ini melalui telepon selulernya mengatakan bahwa kondisi cuaca wilayah Sibolga-Tapteng masih dalamkondisi baik. Meski begitu, masyarakat harus mewaspadai hujan yang terjadi belakangan karena bisa menyebabkan longsor dan banjir.

“Untuk saat ini kodisi cuaca wilayah Sibolga-Tapteng masih dalam keadaan baik-baik saja. Namun hujan diprediksi berlangsung sampai hari Rabu (29/7). Meski begitu, kita harus tetap waspada pada hujan dengan intensitas sedang dan lebat yang dapat menyebabkan bencana banjir dan longsor,” ujarnya.

Apalagi katanya, Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah berada di daerah berkontur geografis perbukitan dan labil. “Tidak menutup kemungkinan akan menyebabkan bencana longsor dan banjir dan harus ditingkatkan kewaspadan karena diprediksi hujan akan terjadi sampai Rabu,” terangnya.

Dia menyebutkan, memang berdasarkan hasil prediksi sementara, belum ada terjadi bencana alam. “Untuk itu kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Sibolga-Tapanuli Tengah yang berada di dekat sungai atau di dekat lereng perbukitan, agar dapat meningkatkan kewaspadaan,” imbaunya. (mis)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button