Berita

AKBP Budi Saragih Kapolres Siantar: Kami Tunggu Gebrakanmu!

Termasuk Tuntaskan Laporan Mangkraknya Pembangunan Tugu Sangnaualuh

SIANTAR, FaseBerita.ID – Kapolres Pematangsiantar resmi berganti, dari AKBP Heribertus Oppusunggu ke AKBP Budi Pardamean Saragih, setelah dilakukan serah terima jabatan (sertijab) di Mapoldasu Medan, Kamis (19/9/2019). Pergantian ini disambut baik sejumlah pihak yang sudah menunggu gebrakan Kapolres yang baru, termasuk Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Himapsi) Cabang Pematangsiantar.

Lembaga ini berharap Kapolres Pematangsiantar yang baru, AKBP Budi P Saragih dapat mengusut tuntas laporan mereka terkait mangkraknya pembangunan Tugu Raja Sangnaualuh Damanik di Lapangan H Adam Malik. Seperti disampaikan Ketua Bidang Seni dan Kebudayaan Himapsi Pematangsiantar Dedi Wibowo Damanik, tahun 2018 lalu, Pemko Pematangsiantar membangun Tugu Raja Sangnaualuh Damanik . Bahkan, Walikota Pematangsiantar Hefriansyah melakukan peletakan batu pertama, bersamaan dengan peringatan Hari Pahlawan, 10 November.

Namun di tengah proses pekerjaan, tiba-tiba Pemko Pematangsiantar menghentikan pembangunan tersebut dengan alasan mencegah terjadinya bencana sosial. Pemko Pematangsiantar menyurati pihak ketiga atau pelaksana proyek untuk menghentikan pembangunan. Atas perintah itu, pembangunan terhenti sampai saat ini.

Dari laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), terhentinya pembangunan tugu tersebut telah menghabiskan uang negara hingga Rp913 juta. Selanjutnya Himapsi Pematangsiantar membuat laporan pengaduan dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Walikota Pematangsiantar dan jajarannya terkait penghentian pembangunan tugu.

“Selamat datang kepada Kapolres yang baru. Kami berharap Kapolres yang baru dapat menuntaskan laporan kami, khususnya terkait berhentinya pembangunan Tugu Raja Sangnaualuh,” ujar Dedi.

Dedi berharap Kapolres yang baru bisa melakukan gebrakan dengan mengusut tuntas permasalahan yang ada di Pematangsiantar.

AKBP Budi Pardamean Saragih menggantikan AKBP Heribertus Oppusunggu sebagai Kapolres Pematangsiantar. Sedangkan AKBP Heribertus Oppusunggu pindah tugas menjadi Kapolres Simalungun.

Keduanya dilantik dan sertijab bersama beberapa Kapolres lainnya di jajaran Poldasu, di Aula Tribata Mapoldasu, Jalan Sisingamangaraja Medan.

Sertijab dipimpin Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto didampingi Wakapoldasu Brigjen Pol Mardiaz K Dwihananto. Hadir juga Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto.

Kapolres yang melaksanakan sertijab yakni, AKBP Frido Situmorang Kapolres Labuhanbatu menjadi Wadirpamobvit Polda Jambi, AKBP Agus Darojat Kapolres Samosir menjadi Kapolres Labuhanbatu, dan Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira menggantikan AKBP Irfan Rifai yang sebelumnya menjabat Kapolres Tanjungbalai.

Lalu, AKBP Heribertus Oppusunggu yang sebelumnya Kapolres Pematangsiantar menjadi Kapolres Simalungun.

Untuk jabatan Kapolres Pematangsiantar dipercayakan kepada AKBP Budi Pardamean Saragih yang sebelumnya Kapolres Jembrana Polda Bali. Selanjutnya, AKBP Muhammad Saleh Kasubditgasum Ditsamapta Poldasu menjadi Kapolres Samosir. Sementara, AKBP Marudut Liberty Panjaitan dari Kapolres Simalungun menjadi Wadirpolairut Polda Kepri.

Mutasi jabatan kapolres jajaran di Poldasu ini berdasarkan putusan Kapolri kepada Distribusi A KMA B dan C Mabes Polri dengan lampiran ST/2317/IX/KEP/2019.

Kapoldasu  Irjen Pol Agus Andrianto usai acara kepada wartawan mengatakan, para Kapolres yang baru diminta segera melakukan pengenalan situasi dan kondisi wilayah masing-masing.

“Sadari bahwa tugas kepolisian bukan hanya menjaga Kamtibmas, tapi juga fokus membantu program-program kerja pemerintahan setempat, hingga dapat menunjang sektor kepariwisataan, dan ekonomi untuk meningkatkan bina usaha masyarakat,” katanya, seraya menambahkan bila masyarakat sejahtera, maka Kamtibmas akan kondusif.

Dalam usaha mencegah kebakaran hutan dan lahan, kepolisian akan melibatkan pemerintah setempat, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa untuk menditeksi kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Utara.

“Syukur Alhamdulillah hingga saat ini, atas Rahmat Allah SWT tentunya, masyarakat bersama Kepolisian dan unsur Manggala Agni segera merespon bila ada ditemukan titik api, seperti yang ada di Humbahas dan Tapanuli Tengah, telah dilakukan upaya-upaya pemadaman. Kami juga mengingatkan pada satuan kewilayahan yang ada di wilayah-wilayah perbatasan dengan Riau, yang asapnya sudah masuk ke Sumatera Utara, jangan sampai apinya juga masuk juga,” sebutnya.

Dilanjutkan Jenderal berbintang dua ini, untuk kasus narkoba sebenarnya bukan hanya Tanjungbalai yang menjadi pintu masuk.

“Kita mempunyai garis pantai yang cukup luas dan panjang, sehingga jalur narkoba bisa masuk dari mana saja, bisa dari Aceh dan wilayah lain yang berbatasan dengan negara tetangga, seperti yang tadi malam Rabu (18/9/2019) kita ungkap, narkoba sebanyak 19 kilogram dari daerah Tanjungbalai,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Narkoba Poldasu Kombes Pol Hendri Marpaung di lokasi acara membenarkan pengungkapan 19 kilogram sabu.

“Ada kita ungkap 19 kilogram sabu-sabu dari Jalan Sudirman Tanjungbalai. Namun kedua pelaku melarikan diri dengan meneriaki petugas kami yang hendak menangkapnya. Identitas keduanya sudah kami kantongi. Kami imbau keduanya segera menyerahkan diri,” pungkasnya. (mag-04/int)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button