Berita

Akbar Tanjung: HMI Organisasi Perjuangan

FaseBerita.ID – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pematangsiantar-Simalungun menggelar Intermediate Training (Latihan Kader II), selama sepekan. Kegiatan yang mengusung tema Regenerasi Kader Intelektual Militan dan Loyal ini, digelar mulai Minggu (16/2) hingga Minggu (23/2) mendatang di Hotel Humanitas.

Dalam pelatihan ini, HMI menghadirkan sejumlah pemateri yang berkompeten di bidangnya. Pada Senin (17/2), hadir dr Susanti Dewayani yang menjabat sebagai Direktur RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar.
Selanjutnya, Selasa (18/2), HMI menghadirkan dua narasumber istimewa; Akbar Tanjung, Ketua Umum HMI Cabang Jakarta pada tahun 1969-1970 dan Rizty Desta Mahestri Ginting, Dosen Psikologi Universitas Medan Area.

Sebelum Akbar Tanjung menyampaikan materi, panitia kegiatan menyebut, Latihan Kader II (LK II) ini diikuti oleh 22 orang yang berasal dari HMI Kota Medan, HMI Kabupaten Mandailing Natal (Madina), HMI Kota Padang, dan daerah lainnya di Sumatera Utara (Sumut).

Panitia kegiatan juga memaparkan secara singkat perjalanan organisasi Akbar Tanjung. Pada tahun 1966, Akbar menjadi aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia Universitas Indonesia (KAMI-UI) dan Laskar Ampera Arief Rahman Hakim.

Tahun berikutnya (1967-1968), ia menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Pada tahun 1968, ia juga aktif dalam Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Indonesia. Pada 1969-1970, ia menjabat Ketua Umum HMI Cabang Jakarta. Pada 1972, ia turut mendirikan Forum Komunikasi Organisasi Mahasiswa Ekstra Universiter (GMNI, GMKI, PMKRI, PMII, dan HMI) dengan nama Kelompok Cipayung. Periode 1972-1974, ia menjabat Pengurus Besar HMI.

Pada 1973, ia turut mendirikan Komite Nasional Pemuda Indonesia atau disingkat KNPI. Pada 1978, ia turut mendirikan Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI), yang kemudian menjabat Ketua Dewan Pimpinan Pusat AMPI (1978-1980).

Pada 1983-1988, ia menjabat Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar. Pada 1988-1993, ia menjadi anggota Dewan Pembina DPP Golkar. Pada 1993-1998, ia menjabat Sekretaris Dewan Pembina Golkar. Ia menjabat Ketua Umum Partai Golkar pada periode 1998-2004.

Akbar Tanjung dalam penyampaian materinya menyebutkan, HMI adalah organisasi perjuangan yang bertujuan untuk membina insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT.

“HMI itu berjuang mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT,” sebut Akbar Tanjung di hadapan seluruh peserta LK II.

HMI, sambung Akbar Tanjung, memiliki satu prinsip perjuangan yang dikenal dengan nilai-nilai dasar perjuangan. “Mari kita hayati, kita pedomani, sebagai mahasiswa yang menjunjung nilai-nilai Islam,” ucap Akbar Tanjung.

Menurut Akbar Tanjung, latihan kepimpinan ini tidak hanya semata untuk pengkaderan di tingkat organisasi melainkan lebih dari itu, yakni untuk mengisi berbagai jabatan di luar, seperti organinasasi kemasyarakatan atau lembaga pemerintahan.

“Saya berharap kepada adik-adik yang di sini, nantinya bisa mengisi jabatan kepemimpinan yang pernah saya duduki, seperti sebagai Ketua DPR RI atau Menteri,” ucap pria yang pernah menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Sekretaris Negara Indonesia, dan Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Pemukiman Indonesia, dan diaminkan para peserta LK 2.

Usai penyampaian materi, panitia kegiatan menyerahkan cenderamata berupa sertifikat kepada Akbar Tanjung dan dilanjutkan dengan foto bersama dengan seluruh panitia kegiatan di Aula Hotel Humanitas, Jalan Sangnawaluh Kota Pematangsiantar. (ann)

Unefa

Pascasarjana

Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close