Berita

AJI Siantar Unjuk Rasa: Stop Kekerasan Terhadap Jurnalis

SIANTAR, FaseBerita.ID – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bersama puluhan jurnalis yang terdiri dari beberapa media yang ada di Siantar kompak melakukan aksi unjuk rasa, Jumat (17/1) di Lapangan Merdeka dan Balai Kota Siantar.

Mereka menyampaikan agar ke depannya tidak ada lagi tindak kekerasan terhadap jurnalis terutama di kota Siantar.

Koordinator aksi Imran Nasution mengatakan aksi itu mereka lakukan untuk mengingatkan kembali atas kejadian tahun 2019 ada beberapa jurnalis Siantar yang mendapat kekerasan, baik dari pihak preman maupun aparat.

“Aksi ini sebagai bentuk keprihatin kita atas adanya tindakan-tindakan kekerasan dari oknum-oknum tertentu baik dari preman kepada para jurnalis. Kita meminta kepada semua pihak agar tidak ada lagi tindak kekerasan terhadap jurnalis khususnya di Siantar,” ujarnya.

Imran mengambil salah satu contoh tindak kekerasan kepada salah seorang jurnalis yang dilakukan preman, yang statusnya kini masih dsalam tahap penyelidikan.

“Kalau tidak kita kawal, maka perbuatan serupa bisa terulang kembali. Stop kekerasan terhadap jurnalis,” katanya.

Hal itu dibenarkan Irfan Nahampun, seorang jurnalis yang menjadi korban kekerasan dari preman pada tahun 2019. Ia mendukung atas apa yang disampaikan Aliansi Jurnalis Independen maupun wartawan lainnya. Ia juga meminta kepada penegak hukum agar kasus itu diproses secara hukum yang berlaku.

Bahka, mengajak teman-teman jurnalis untuk mengkawal kasus tersebut agar ada efek jera dan tidak terulang lagi kepada jurnalis-jurnalis lainnya.

“Saya berharap kepada pihak kepolisian maupun pengadilan agar memproses kasus ini sesuai hukum yang berlaku. Kepada teman-teman jurnalis Siantar mari mengawal kasus ini agar tidak terulang lagi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan jurnalis lainnya Tommy Simatupang. Ia mengatakan jangan ada lagi tindak pelecehan terhadap jurnalis. Bahkan ia menyinggung sedikit tentang Walikota Siantar Hefriansyah, yang dinilai anti terhadap wartawan. (Mag 04)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button