Berita

Agrolife-Science: Universitas Asahan Berhasil Kembangkan Susu Fermantasi Kefir

ASAHAN, FaseBerita.ID – Universitas Asahan (UNA) kembali menghasilkan inovasi, salahsatunya di bidang bio teknologi pangan. Setelah berhasil mengembangkan youghurt, kini universitas yang terletak di pantai timur Sumatera tersebut mengembangkan Kefir.

Kefir merupakan susu fermentasi yang difermentasikan oleh 10 jenis mikroba. Hasil fermentasi tersebut menghasilkan kefir dengan cita rasa dan aroma yang khas.

Awalnya Kefir dibawa oleh ibu Dian Puspitasari SKel, MSi. Beliau berupakan dosen prodi Budiraya perairan. Ia membawa kefir dari Turki dan berkonsultasi dengan ketua Agrolife – science Research center Asep Rodiansah, S.P. M.Si.

Mereka berdiskusi tentang pengembangan kefir, kemudian Asep mencoba membimbing mahasiswa yang tertarik bidang mikrobiologi untuk mengisolasi dan mengidentifikasikan dengan mikrobanya, kemudian dicobakan kembali untuk produksi kefir.

Penelitian tentang kefir ternyata diminati oleh mahasiswa baru yang masih duduk ditingkat pertama yaitu Rizky Romadhona Syahma, Rizky Aditya, Agung Kurniawan dan Annisa Budiarsih.

“Awalnya produk yang dihasilkan masih bau amis, sebagian besarkawan-kawan gak suka” kata Rizky Aditya, mahasiwa tingkat pertama di Prodi Agroteknologi UNA saat berbincang bersama wartawan, Rabu (10/4).

“Lalu pak Asep membimbing kami untuk mengkombinasikan dengan strain mikroba lokal yang sudah ada di laboratorium” tandas Rizky Aditya. Kemudian dia bersama ketiga temannya mengidentifikasi ada 10 jenis mikroba mulai dari bakteri asam laktat, bakteri asam asetat dan khamir yang non pathogen.

Setelah beberapa kali percobaan akhirnya mereka mendapatkan kombinasi untuk mikroba yang menghasilkan susu fermentasi dengan aroma yang khas dan rasa yang lebih banyak disukai panelis.

Kombinasi produk yang dihasilkan mengandung banyak sekali enzim-enzim yang dapat melancarkan pencernaan, mengatasi kolesterol, diabetes dan juga senyawa lain yang berguna untuk meningkatkan kekebalan bahkan dari literatur yang ada kefir dapat menyembuhkaan beberapa penyakit infeksi.

Sebagai satu-satunya anggota perempuan Annisa Budiarsih tidak mau kalah dengan temannya yang mayoritas kau madam.

Dia tertarik mengembangkan kefir karena menurut literatur yang dibacanya kefir memiliki bagian yang bening atau whey bisa dijadikan tonik yang digunakan untuk therapirambut rontok. Sedangkan bagian curdnya dapat dipakai untuk maskser wajah, dan menyembuhkan jerawat.

Hasil capaian tersebut disambut dengan antusias oleh Civitas Academik Universitas Asahan. Banyak dari mereka yang mengkonsumsi atau pun membantu pemasaran kefir.

Terpisah, Rektor UNA Prof Dr Ibnu Hajar, M.Si mengatakan dalam kesempatan ini dia sangat senang atas inovasi yang terus dilakukan baik mahasiswa maupun dosennya.

“Saya senang karena antara dosen yang berbeda prodi saling bekerjasama menciptakan suasana dimana mahasiswa terutama mahasiswa baru tertarik untuk mempelajari dan mempraktekan ilmu pengetahuan serta teknologi secara dini. Selain itu diversifikasi produk pertanian bisa berkontribusi untuk kesehatan dan kecantikan,” ujarnya.

Menurutnya capaian tersebut tidak lepas dari peran Ketua Prodi Agroteknologi Rita Mawarnu CH SP MSi. Dia denggan susah payah mencoba memperbaiki kualitas pendidikan di prodi yang dipimpinnya. Sehingga awalnya hanya identifikasi dan hanya bisa menghasilkan youghurt, sekarang berkembang, menghasilkan kefir. (Per)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button