Berita

Aduan Pengrusakan Mengendap 9 Bulan: Polres Samosir Dinilai Tak Netral

FaseBerita.ID – Bintan Marbun (53), seorang guru swasta yang juga berprofesi sebagai petani di Desa Sigaol Marbun, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir, menyesalkan lambannya kinerja Polres Samosir atas aduannya terkait pengrusakan sejumlah tanaman berikut gubuk di ladangnya.

Melalui kuasa hukumnya Try Oktavianus Hutagalung, Bintan menjelaskan, pihak Polres Samosir diduga bertindak diskriminasi atas warga yang meminta perlindungan hukum. Itu dibuktikan dengan belum ditanganinya aduan kliennya, Bintan Marbun, yang mengadu Senin 20 Agustus 2018 silam.

“Kita menduga Polres Samosir melakukan diskriminasi penanganan hukum. Terbukti, klien kami mengadu Agustus namun tidak ditangani. Sementara teradu kemudian mengadu pada bulan Oktober, langsung ditangani dan klien kami menjalani hukuman karena kasus yang sama di lokasi areal yang sama,” kata Oktavianus, saat mendampingi kliennya mendatangi Polres Samosir, Jumat (12/4) mempertanyakan perkembangan laporannya.

Dijelaskan Oktavianus, Bintan Marbun melaporkan pengrusakan yang diduga dilakukan Enton Simbolon dan rekan-rekannya, yang terjadi Minggu (19/8/2018) sekira Pukul 09.00 WIB di perladangan di Desa Sigaol Marbun Kecamatan Palipi. Sejumlah tanaman di areal lahan yang diusahai Bintan Marbun, dirusak terlapor termasuk sebuah gubuk.

“LP/126?VII/2018/SMR/SPKT itu hingga kini tidak jelas penanganannya. Namun kenapa saat pelapor melakukan hal yang sama, dan terlapor melapornya, langsung ditangani Polisi,” katanya.

Ditambahkan Oktavianus, pengrusakan dilakukan terlapor menggunakan alat berat.

“Kami berharap pihak Polres Samosir netral dalam melaksanakan hukum kepada masyarakat,” pungkasnya. (esa)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button