Berita

Ada Penambahan Jatah, Urea Subsidi Segera Turun ke Simalungun

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Kadis Pertanian Kabupaten Simalungun, Ruslan Sitepu saat dikonfirmasi via selulernya, Minggu (20/10/2019), sekira pukul 15.00 WIB, mengatakan pihaknya sudah menandatangani berkas penambahan kuota pupuk subsidi jenis Urea. Pupuk tersebut sudah tersedia di tingkat provinsi.

“Ya sudah saya teken hari Jumat kemarin, dalam waktu dekat ini, pupuk subsidi akan didistribusikan ke Kabupaten Simalungun, karena peluncurannya dari mereka. Sudah kita sarankan kepada distributor supaya mengamprah,”ujarnya.

Lanjut Ruslan Sitepu menerangkan pihaknya sudah merekomendasi ke Provinsi Sumatera Utara terkait penambahan pupuk subsidi sesuai kebutuhan petani Kabupaten Simalungun.

“Pokoknya sudah kita rekomendasi ke Provinsi berapa yang kita butuhkan dan pupuk itu sudah turun dari Pusat ke Provinsi, tinggal pendistribusian ke Kabupaten Simalungun,” sebutnya.

Saat ditanyai lebih lanjut, Ruslan Sitepu mengatakan bahwa jumlah ton pupuk yang diusulkan belum tentu segitu pulak yang direalisasikan Provinsi atau Pusat.

“Berapa ton yang diusulkan tak hapal kali aku, pokoknya sesuai dengan kontribusi yang dibagi per Kabupaten, berapa yang kita usulkan nggak segitu yang dikasih orang itu, namanya pun subsidi,”tandasnya.

Hal senada disampaikan Nelson Simanjuntak SST, selaku Kepala UPT Kec Tanah Dinas Petanian Simalungun, Sabtu (19/10/2019) kemarin.

Diprediksi pekan depan, pupuk bersubsidi khusus Urea akan segera turun ke Simalungun. Pupuk bersubsidi tersebut akan segera dibagikan ke grosir-grosir pupuk di Simalungun.

“Ini informasi dari Posko Dinas Pertanian Simalungun. Jadi yang akan disalurkan masih jenis Urea. Sementara untuk pupuk bersubsidi jenis ZA, SP, Poska dan Organik akan menyusul turun,” kata Nelson.

Nelson mengakui, kelangkaan pupuk bersubsidi ini sudah cukup lama padahal para petani sangat membutuhkan untuk tanaman padi dan jagung.

Terpisah, Rojer Sihombing dan Hermes Hutapea warga Nagori Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Jawa mengharapkan agar pupuk bersubsidi tersebut dapat segera turun.

“Mudah-mudahan cepat datang, karena kami sudah lama menunggu. Apalagi padi kami harusnya sudah waktunya untuk pemupukan pertama. Kalau beli pupuk non subsidi sangat mahal. Jadi kalau petani ini hanya bisa mengharapkan pupuk bersubsidilah,” kata mereka. (bis/mag05)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button