Berita

9 Orang Tersambar Petir; 1 Tewas

FaseBerita.ID – Hujan deras disertai petir pada Jumat (3/5) sore, menjadi hari yang paling diingat oleh delapan anak dan satu orangtua di Desa Tanjung Medan, Batu Horpak dan Desa Aek Kahombu di Kecamatan Tana Tombangan, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Meski beda tempat, peristiwa itu hampir bersamaan terjadi, yakni sekitar pukul 16.30 WIB. Saat hujan deras, dan menyambar pohon kuini dan kelapa.

Di Desa Tanjung Medan, lima anak tersambar petir. Saat itu, mereka sedang menunggu buah kuini jatuh. Sekaligus mengutip buah kuini yang berjatuhan dari pohon. Lima anak itu; Fajar Muliadi Sitompul (11), Jefri Situmeang (13), Petrus Sitinjak (12), Paltak Simanjuntak (13) dan Mare Simanjuntak (12).

Fajar Muliadi Sitompul dan Jefri Situmeang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padangsidimpuan dari Puskesmas Tana Tombangan. Keduanya menderita luka bakar dan sakit bagian perut.

“Kami mengambil kuini yang jatuh bang, tidak sadar lagi,” kata Jefri Situmemang mengisahkan peristiwa itu.

Ibunya Jefri, Ratima br Sitompul bercerita, kondisi anak-anak saat itu telah lemas dan pingsan di tanah. Ia sendiri berupaya membaluri tubuh anaknya dengan lumpur.

“Petirnya itu ke pohon kuini dulu. Terus menjalar-jalar sampai ke bawah. Kena lah mereka semua yang di situ,” ceritanya yang tengah mendampingi dalam perawatan di ruang Tulip II, RSUD Kota Psp itu.

Kejadian lainnya di Desa Batu Horpak dalam waktu yang bersamaan. Tiga anak yang juga berada di bawah pohon kuini dan berniat menunggu hujan buah yang tengah musim itu. Di sini, satu anak tewas sesaat setelah tersambar petir.

Ketiganya; Samuel Simanjuntak (13), Lenni Br Panggabean (12) dan Irwan Hasibuan (10). Menurut Samuel, kawannya Irwan datang terakhir ke bawah pohon kuini di pinggiran persawahan itu. Tak lama sampai di situ, petir langsung menyambar dan mengenai mereka.

“Seperti petasan, ada kilatan cahaya. Itu pas kali mengenai si Irwan. Terbakar di kakinya bang,” katanya yang juga dalam perawatan di ruangan yang sama dengan korban-korban sebelumnya. Samuel mengalami luka pada gendang telinga kiri.

Sedangkan temannya, Lenni dirawat di Puskesmas Tantom. Irwan Hasibuan langsung dimakamkan keesokan harinya. Anak dari Hamka Hasibuan dan I br Lubis itu masih kelas 10 Sekolah Dasar.

Korban lainnya dari Desa Aek Kahombu, Risjon Leon Panggaben (41). Saat itu, pria ini tengah bernaung dalam pondok sawah di bawah pohon kelapa.

Dari informasi, awalnya petir menyambar pada pucuk pohon kelapa, kemudian menjalar ke bawah hingga mengenainya. Pria ini juga dirawat di puskesmas dengan luka bakar pada kaki. (san)

iklan usi



Back to top button