Berita

9 Kg Ganja Kering Ditanam di Bawah Pondok: Suami tak ada, Istri Digelandang Polisi

TAPTENG, FaseBerita.ID – K Boru Sitompul (45) warga Lorong II Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah tak menyangka bakal diboyong personel Satres Narkoba Polres Tapteng, Rabu (6/11/2019) sore.

Dia dibawa saat sedang bekerja di sawah usai menunjukkan sembilan bungkus plastik berisi ganja yang disembunyikan suaminya dalam ember yang dikubur di tanah.

Paur Humas Polres Tapteng Iptu R Sipahutar memaparkan, pihaknya mengamankan K Boru Sitompul setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya penyalahgunaan narkoba di Lorong II Kelurahan Sipange.

Awalnya, kata Rensa, pihaknya mendatangi areal persawahan yang diduga tempat tersangka menyimpan narkoba. Barang yang dimaksud, diketahui milik S Panjaitan alias Jahit yang tidak lain suami K Boru Sitompul.

Sampai di lokasi, polisi tidak menemukan menemukan barang bukti. Mereka hanya mendapatkan K Boru Sitompul yang sedang bekerja di sawah. Polisi pun menginterogasinya. Hasilnya, isteri Jait menunjukkan tempat barang yang dicari polisi. Dan ditemukan disimpan dalam ember merah yang ditanam di tanah.

“Kita tanyakan kepada isterinya dan kita temukan sebanyak sembilan bungkus ganja seberat sembilan kilogram yang ditanam di bawah pondok di sawahnya,” ujar Rensa.

Sayangnya, saat itu polisi tidak menemukan Jait yang sudah menjadi target mereka. Dan hanya membawa isterinya. “Isterinya kita tetapkan sebagai tersangka. Dia mengaku hanya disuruh suaminya untuk menjaga barang tersebut. Sedangkan suaminya masih dalam pencarian.” tukas Rensa.

Ditanya dari mana asal barang dan jaringannya, Rensa mengaku masih dalam penyidikan dan pengembangan.

“Belum tahu, masih pengembangan.” jawabnya, sama dengan pengungkapan sejumlah kasus narkoba sebelumnya yang minim informasi perkembangannya.

Ditangkap Usai Belanja Sabu

Sementara itu personel Polres Sibolga juga mengamankan dua pria dari sebuah pusat perbelanjaan di Simpang Aek Tolang, Tapanuli Tengah, Rabu (23/10/2019) lalu sekira pukul 22.15 WIB. Dari tangan kedua warga Lumut yang diketahui berinisial RAL I (45) dan MAD alias A (45) ini, polisi menyita barang bukti berupa 1 paket sabu terbungkus plastik bening. Setelah ditimbang beratnya 0,5 gram.

Tak hanya itu, ada juga sebuah alat hisap atau bong yang terbuat dari botol kaca bening, sebuah pipet kaca, dua HP, sebuah dompet berisi uang Rp40.000 dan 1 unit Honda CBR 150 warna putih BB 3857 MQ.

Dari hasil pemeriksaan polisi diketahui kalau kedua pria yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut baru saja pulang belanja sabu-sabu dari daerah Sibolga Julu.

“Sat Narkoba mendapat info bahwa ada masyarakat yang memiliki narkoba, menaiki sepedamotor. Kemudian dilakukan penyedilikan. Sekira pukul 22.15 WIB, petugas melihat target berada di depan salah satu pusat perbelanjaan Simpang Aek Tolang. Dari hasil penggeledahan, kita temukan barang bukti sabu dan alat hisapnya. Menurut keterangan para tersangka mereka baru pulang berbelanja sabu, dari Aek Parira Lobu, daerah Sibolga Julu,” kata Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja dalam keterangan persnya melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, Kamis (7/11/2019).

Terhadap kedua tersangka dilakukan tes urine dan hasilnnya positif mengandung amphetamine. Mereka sudah 3 kali belanja sabu dari daerah Sibolga Julu, dari seseorang yang namanya masih dirahasiakan polisi.

“Pertama kali belanja sebanyak Rp550.000, kedua Rp300.000 dan telah habis dikonsumsi. Yang ketiga, inilah sebanyak Rp600.000. Keduanya mengaku sudah 3 kali memakai sabu bersama. RAL mengaku sudah 4 tahun menggunakan sabu. Sedangkan MAD, baru 3 bulan terakhir,” ungkapnya.

Sabu-sabu tersebut, menurut para tersangka, hanya untuk dikonsumsi. Keberadaan mereka di pusat perbelanjaan Simpang Aek Tolang hanya mampir untuk membeli minuman, sebelum berangkat pulang ke Lumut. “Sabu dibeli dengan cara patungan seharga Rp600.000. Dari RAL Rp350.000 dan dari MAD Rp250.000,” terangnya.

Dari data kepolisian, diketahui kalau RAL pernah dihukum dalam kasus yang sama pada tahun 2012. Saat itu ia dihukum selama 5 tahun 3 bulan di Lapas Tukka. RAL telah menikah dan mempunyai dua anak. Sedangkan tersangka MAD belum pernah dihukum dan telah berumah tangga dan mempunyai dua anak juga.

Kini kedua tersangka ditahan di RTP Polres Sibolga. Kepada keduanya dikenakan pasal 114 ayat 1 Subsider pasal 112 ayat 1 Jounto pasal 132 dari Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun. (tam/ts)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close