Berita

81 Kg Sabu dan 102 Ribu Ekstasi di Ban dalam Gagal Diselundupkan

FaseBerita.ID – Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan penyelundupan sabu 81.862,6 kilogram dan 102,657 butir ekstasi di wilayah Tanjung Balai Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Sebanyak 13 pelaku ditangkap yang salah satunya dikirim ke akherat dan dua lainnya dibuat pincang.

Modus baru dengan menyembunyikan sabu didalam ban dalam bekas, dilakukan para sindikat ini untuk mengelabui petugas. Namun, petugas yang tak kalah cerdik, berhasil menemukan narkotika itu yang dipecah menjadi empat bagian.

Deputi pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari, mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari adanya informasi masyarakat akan adanya pengiriman narkoba. “Tim BNN menerima info dari masyarakat adanya speed boat yang berlabuh di perairan Tanjung Balai, Asahan, membawa narkotika yang diambil dari wilayah perbatasan Malaysia,” katanya, Kamis (4/7/2019).

Dari informasi itu, kata Arman, tim langsung bergerak dan mencurigai sebuah mobil Toyota Innova BK 1430 HG. Saat mobil keluar dari sebuah rumah menuju jalan raya, tepat di perlintasan rel kereta api Simpang Warung Kisaran, petugas langsung melakukan penggerebekan menangkap Adi Putra alias Tison, bersama Ardiansyah alias Yuni.

“Saat digeledah, kami menemukan tiga ban dalam mobil yang berisi narkotika jenis sabu dan ekstasi,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan kedua orang tersebut, kata Arman, diakui mereka masih menyimpan narkotika di sebuahrumah di Lubuk palas, Asahan. Dari tempat itu pula petugas kembali menemukan satu ban dalam mobil yang berisi narkotika.

“Barang barang itu disimpan di belakang rumah. Kami juga berhasil mengamankan seorang penunggu rumah atas nama Fadli,” tambahnya. Penyelidikan tak berhenti disitu, lanjut Arman, dimana tim kembali melakukan pengembangan. Hasilnya, petugas kembali menciduk dua pelaku lain dari dalam mobil Honda Jazz BK 1004 VP.

“Amirudin dan Hanafi kami amankan di Jalan Perintis Kemerdekaan Batubara, namun tanpa barang bukti,” tuturnya.

Keesokan harinya, tambah Arman, berbekal keterangan dari pelaku sebelumnya, tim BNN berhasil menangkap dua orang pelaku lainnya atas nama Zul dan Nazar. Dari infomasi keduanya, petugas langsung bergerak ke untuk menangkap yang tersisa. “Saat tengah melintas, pelaku mencoba melarikan diri dengan mengendari mobil Toyota Avanza BK 1321 KIJ,” tuturnya.

Saat petugas mencoba mengentikan, sambung Arman, pelaku malah mencoba menabrak anggota. Tembakan peringatan pun diberikan petugas untuk menghentikan kendaraan yang melaju kencang itu. “Petugas memberikan tembakan terukur yang mengarah ke mobil tersebut,” sambungnya.

Setelah mobil terhenti, tiga pelaku atas nama Sulaeman, M Yusuf dan M Yasin masih terus berlari dari kejaran petugas. Akibatnya, dua pelaku dibuat pincang, dan satu lainnya di jemput ajal. “Petugas berupaya memberikan pertolongan kepada yang terluka dengan membawa ke RS. Haji Medan. Namun, karena kehabisan darah, satu pelaku tak tertolong,” imbuhnya.

Tak puas dengan hasil tangkapannya, kata Arman, kembali mencokok Tarmizi alias geng. Pelaku ditangkap di salah satu rumah milik Nisa di Gg. Riski, Bandar Klipa, Kec Percut Sei Tuan, Kab. Deli Serdang. “Kami pun masih memburu pelaku lain yang merupakan sindikat narkotika jaringan internasional ini,” tambahnya.

Untuk kepentingan penyelidikan, Arman menyebut, pihaknya telah mengamankan 70 bungkus sabu dengan berat 81.862,6 gram, ekstasi 20 bungkus dengan jumlah 102,657 butir. “Kami juga mengamankan enam unit kendaraan roda empat dan beberapa alat komunikasi sebagai barang bukti,” pungkasnya. (pk)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close