Berita

8 Orang Waras di Manduamas Ditertibkan

TAPTENG, Fase Berita.ID – Komit akan intruksi Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani dalam memberantas penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Tapteng, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kembali menertibkan 8 Orang Wanita Rawan Sosial (Waras) dari dua kafe yang berada di Kecamatan Manduamas.

Kepala Satpol PP Tapteng Jontriman Sitinjak melalui Kabid Satpol PP Panuturi Simatupang mengatakan, penertiban yang dilakukan pihaknya itu berlangsung pada Rabu (27/11) malam.

Panuturi menjelaskan, tujuan Pemkab Tapteng melakukan razia penertiban tempat-tempat usaha yang berbau maksiat itu untuk pembinaan dan melindungi para wanita dari kondisi Wanita Rawan Sosial.

“Kita sudah kerjasama dengan pihak Kepolisian melalui Polsek Manduamas dan juga pihak Kecamatan Manduamas, dan kita tertibkan delapan orang Wanita Rawan Sosial dari dua kafe di Kecamatan Manduamas. Ini program Bupati Tapanuli Tengah membumihanguskan usaha praktek prostitusi. Kita telah menutup 973 tempat maksiat,” ujar Panuturi, Kamis (28/11).

Adapun 8 Orang Waras yang berhasil diamankan pihaknya itu, lanjut Panuturi, sebagian besar berasal dari luar daerah Tapteng.

“Ada yang berinisial S (34) alamat Dusun IX Pematang Langkat, NS (27) alamat Brandan Medan, F (31) Desa Sei Menjirin Binjai, S (20) alamat Tanjung Sari Pasar V Medan. Kemudian Y (35) alamat Jalan Kampung Dare Padangsidimpuan, NS (24) alamat Albion Kecamatan Pinangsori, A (24) alamat Simpang Aek Tolang Pandan, RAH (29) alamat Jalan Sutan Soripada Mulia Padangsidimpuan. Itu pengakuan mereka dan akan diperiksa juga kejelasan identitasnya di Dinas Dukcapil,” tuturnya.

Sementara, Kadis Sosial Tapteng Parulian Sojuangon melalui Sekretaris Maharni Sitompul melakukan serah terima 8 orang Waras dari Satpol PP Tapteng untuk ditempatkan di Rumah Singgah Sementara Dinas Sosial Tapteng untuk penanganan selanjutnya.

“Semenjak kepemimpinan Bupati Tapanuli Tengah Bapak Bakhtiar Ahmad Sibarani dan Wakil Bupati Bapak Darwin Sitompul selama 2 tahun berjalan, Dinas Sosial sudah menangani hasil razia penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP Tapanuli Tengah, kurang lebih 250 orang yang sudah kita bina dan itu semua sudah kita antarkan ke Parawasa Berastagi untuk penanganan lebih lanjut,”ucap Maharni.

Maharni menuturkan, sebelum pihaknya mengirimkan setiap Waras, pihaknyapun terlebih dahulu melakukan pembinaan awal.

“Sebelum kita kirim ke Parawasa Berastagi, terlebih dahulu kita berikan pembinaan awal, juga siraman rohani. Bagi Wanita Rawan Sosial yang beragama Islam kita hadirkan Ustad dan bagi yang beragama Kristen kita hadirkan Pendeta. Kita harapkan mereka dapat kembali ke jalan yang benar dan tidak lagi berkecimpung dan terlibat prostitusi,”katanya.

Untuk pemeriksaan kesehatan, Kasi P2PM Dinas Kesehatan Tapteng Fadriani Marbun menyampaikan, Tim Dinas Kesehatan Tapteng telah melakukan pemeriksaan kepada 8 orang Waras itu menggunan Rapid Test, dilanjut di RSUD Pandan dengan melakukan pemeriksaan R2 dan R3, kemudian fungsi hati dan fungsi ginjal.

Hasil pemeriksaan terhadap delapan orang Waras yang ditertibkan oleh Satpol PP Tapteng, yaitu satu orang terindikasi HIV dan satu orang pemakai ganja.

“Biasanya, hasilnya tidak jauh beda dengan yang kita periksa, keakuratan tetap kita dapatkan dari RSUD Pandan dan penegakan diagnosa oleh Dokter di RSUD Pandan. Setelah kita dapat tes hasil darah, kita lakukan pemerisaan ke Dokter Penyakit Dalam. Untuk pemeriksaan keseluruhan, kita bawa ke RSU Sibolga. Yang sekarang terdeteksi HIV tidak warga Tapteng. Beliau warga Padangsidempuan. Kita tidak lakukan pengobatan. Mereka diserahkan ke Parawasa dan pihak Parawasa akan mengembalikan ke daerah asal domisili masing-masing untuk dilakukan pengobatan,” jelas Fadriani.

Dijelaskannya, Waras yang belum terdeteksi HIV pada saat ini, belum tentu aman. Bisa jadi Virus HIV sudah ada tapi belum bisa terbaca oleh Rapid Test yang digunakan. Ini disebut ‘Windows Periode’ (Masa Jendela) dimana kondisi virus belum aktif pada waktu kita deteksi. Biasanya Windows Periode memiliki jangka waktu satu hingga enam bulan bahkan satu tahun jika kondisi imunitas pasien masih baik.

“Untuk itu, kita sarankan kepada Wanita Rawan Sosial yang hasil pemeriksaannya non reaktif untuk melakukan pemeriksanaan HIV setiap bulan sampai enam bulan ke depan ke Puskesmas terdekat agar kondisi kesehatannya terpantau,”imbaunya.(dh)

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close