Berita

77 Ribu Calhaj Sudah Rekam Biometrik, Akhir April Beres

FaseBerita.ID – Mulai tahun ini, Pemerintah Saudi menerapkan kebijakan rekam biometrik sebagai syarat penerbitan visa haji dan umrah. Proses tersebut wajib dilakukan jamaah haji 1440 H/2019 M di sejumlah kantor VFS Tasheel yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama (Kemenag) Muhajirin Yanis mengatakan, sejak kali pertama dibuka pada 11 Maret 2019, sudah lebih tujuh puluh ribu jemaah yang sudah melakukan perekaman. Menurutnya, proses berlangsung setiap hari dan jam kerja di kantor VFS Tasheel.

“Sampai hari ini, sudah 77 ribu jamaah atau sekitar 38 persen yang sudah rekam biometrik,” ujar Muhajirin di Jakarta, Minggu (7/4).

Adapun kuota jamaah haji reguler tahun ini berjumlah 204 ribu. Data terkini, presentasi terbesar yang sudah rekam biometrik adalah provinsi Jawa Barat. Pada urutan berikutnya, ada provinsi Gorontalo, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sumatera Utara.

“Keempat Provinsi ini sudah di atas 50 persen. Kami tetap upayakan agar proses rekam biometrik ini bisa selesai pada akhir April,” terang dia.



Pascasarjana

Unefa
1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button