Berita

70 Alat Berat Siaga di 13 Kota Mudik Nataru Rawan Longsor dan Banjir

FaseBerita.ID – Polda Sumut dan Dinas Perhubungan Sumut memetakan sejumlah lokasi rawan kemacetan, kecelakaan (laka), dan bencana alam selama arus mudik Natal 2019 dan Tahun Baru (Nataru) 2020. Sebanyak 53 lokasi dinilai rawan longsor dan 36 lokasi rawan banjir.

Tak hanya itu, ada juga lokasi rawan kemacetan di 94 lokasi. Untuk membantu kelancaran arus lalu lintas selama mudik Nataru, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sumut menyiagakan 70 unit alat berat.

“Ke-70 alat berat itu tersebar di 13 posko di 13 daerah. Untuk membantu kelancaran arus lalu-lintas, BMBK menyiagakan 91 petugas yang siap berkolaborasi dengan instansi terkait,” kata Kepala Dinas BMBK Sumut, Armansyah Effendy Pohan beberapa hari lalu.

Ia mengungkapkan, ke-13 posko yang dibuat BMBK yakni posko I di UPTBMBK Binjai, Jalan Veterann
Adapun alat yang disediakan di sana antara lain dump truck dua unit, pick up satu unit, motor greader satu unit, dan backhoe loader satu unit. “Untuk petugas di posko I ini, tujuh orang kita standby-kan,” katanya.

Posko II berlokasi di UPTBMBK Tebingtinggi, di Jalan Sudirman. Di sana disediakan alat berupa wheel loader satu unit, dump truck dua unit, excavator satu unit, dan petugas disiagakan tujuh orang.

Posko III berlokasi di UPTUMBK Tanjungbalai. Di sana disediakan wheel loader satu unit, dump truck empat unit, pick up satu unit dan petugas sebanyak tujuh orang.

Posko IV berlokasi di UPTBMBK Kabanjahe. Alat yang tersedia antara lain motor greader satu unit, dump truck empat unit, pick up satu unit, excavator satu unit, dengan petugas berjumlah tujuh orang.

Selanjutnya posko V di UPTBMBK Sidikalang, dengan alat yang hampir sama seperti posko-posko sebelumnya. Lalu posko VI berlokasi di UPTBMBK Pematangsiantar, posko VII di Dolok Sanggul, posko VIII di Tarutung, posko IX di Sibolga, posko X di Padangsidimpuan, posko XI di Gunungtua, posko XII di Kotanopan, dan posko XIII di Gunungsitoli.

Lokasi Rawan Macet

Terpisah, Koordinator Posko Angkutan Nataru 2019 Dinas Perhubungan Sumut, Agustinus Panjaitan menyebutkan, sesuai pemetaan pihaknya dengan Ditlantas Polda Sumut, terdapat 16 lokasi rawan macet. Antara lain di Jalan Binjai km 15,8 akibat perbaikan jalan, terminal Kabanjahe, Karo, jembatan Lae Renun II, ruas Jalan Sumbul-Sidikalang akibat perbaikan jembatan, dan Terminal Sibulha.

Selanjutnya di pintu keluar masuk tol Kota Tebingtinggi, gapura Kota Tebingtinggi juga rawan macet akibat ada pengerukan jalan dan dekat dengan pintu keluar masuk terminal, simpang Tugu Beo yang berdekatan dengan rel KA Kota Tebingtinggi, ruas jalan Kota Kisaran dekat areal Terminal Madya Kisaran sering macet yang berdekatan dengan perlintasan rel KA. Lalu pajak pagi simpang Kawat Km 174-175 akibat pedagang berjualan di badan jalan, Jalan Gatot Subroto rel KA KM 162-163 pada pukul 07.00 WIB dan 17.00 WIB persimpangan, dan adanya perlambatan di rel KA, perkebunan Sei Gambal, perkebunan Aek Nabara Afdeling IV, Kec. Bilah Hulu akibat adanya pembangunan underpass.

Kemudian, sambung dia, Pasar Tumpah Kota Gunung Tua karena pedagang berjualan di badan jalan, Pasar Tumpah Kota Penyabungan akibat pedagang berjualan, depan terminal Sosorsaba pintu keluar masuk Parapat, depan pintu keluar masuk Kota Parapat, dan sekitaran pintu keluar masuk Terminal Amplas.

“Sedangkan untuk area rawan longsor terdapat 24 lokasi, rawan banjir 10 lokasi, dan rawan laka lantas sebanyak 24 lokasi,” ungkap Agustinus.

Pihaknya bersama instansi terkait, kata dia, sebelumnya juga telah melaksanaan rampcheck atau inspeksi keselamatan angkutan Nataru.

Pada periode tahun baru, tepat di 31 Desember hingga 1 Januari 2020 mulai pukul 00.00 WIB sampai 24.00 WIB, berlaku pembatasan operasional mobil barang untuk ruas Medan-Berastagi (dua arah) dan Medan-Siantar-Parapat (dua arah). “Pada setiap posko maupun titik-titik yang telah ditetapkan, kami juga ada menempatkan sejumlah personil untuk membantu kelancaran arus lalu lintas selama Nataru,” katanya.

Data versi Poldasu

Data berbeda mengenai jumlah lokasi rawan terjadi kemacetan, kecelakaan (laka), dan bencana alam pada arus mudik natal 2012 dan liburan tahun baru 2020, disampaikan Polda Sumut.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, ada 53 lokasi rawan longsor dan 36 lokasi rawan banjir di seluruh Sumatera Utara. Sedangkan rawan kemacetan ada 94 lokasi. “Untuk jalan rusak ada 20 lokasi, pasar tumpah 93 lokasi, dan jembatan rusak 3 lokasi,” ujarnya, kemarin.

Biasanya, kata Tatan, lokasi yang rawan terjadi kemacetan meliputi tempat ibadah, keramaian umum, pusat perbelanjaan, tempat wisata/rekreasi, maupun jalur mudik/balik. “Masyarakat yang memanfaatkan waktu liburan ke luar kota atau tempat wisata, diharapkan mengutamakan keselamatan ketimbang kecepatan,” imbaunya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam Operasi Lilin Toba 2019 ini, Polda Sumut melibatkan sebanyak 7.750 personil. Jumlah itu terdiri dari Satgas Polda 652 personil, Satgas Wilayah 7.098 personil, TNI 334 personil, Pemadam Kebakaran 280 personil, Dinas PU 130 personil, Satpol PP 440 personil, Dinas Perhubungan 550 personil, Dinas Kesehatan 60 personil, dan Pramuka 220 personil.

“Target operasi meliputi gereja dan tempat lain yang digunakan untuk perayaan Natal, pusat-pusat perbelanjaan seperti mal, pasar, supermarket, perbankan atau tempat lain yang berkaitan dengan transaksi keuangan, pemukiman warga, tempat rekreasi, wisata, mudik, terminal bus, laut dan udara dan obyek wisata pergantian tahun baru. Dalam operasi ini juga, telah dibentuk Pos Pam (Pos Pengamanan) 108 lokasi dan Pos Yan (Pos Pelayanan) 33 lokasi,” tandasnya.

Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut, Kombes Pol Kemas Ahmad Yamin, mengatakan pihaknya sebelumnya telah melakukan monitoring jalan untuk mengantisipasi terhambatnya arus lalu lintas saat natal dan tahun baru.

Monotoring dilakukan mulai dari tempat wisata yang ada di Sumut, seperti Danau Toba, Parapat, dan Brastagi yang ada di Kabupaten Karo. Bahkan, juga dilakukan di perbatasan Sumut dan Aceh.

“Dalam monitoring yang telah dilakukan, diberikan petunjuk dan arahan kepada Kasatlantas pada masing-masing kabupaten/kota untuk mengantisipasi kepadatan volume kendaraan saat perayaan natal dan tahun baru. Termasuk juga jalanan yang rawan longsor seperti di Jembatan Kembar Parapat yang menuju Danau Toba sampai kepada ruas jalan yang sempit di Kota Siantar tepatnya di Jalan Sisingamangaraja,” ujarnya kepada wartawan.(prn/ris/ian/btr)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker