Berita

6 Warga Asahan Masuk ODP Virus Corona

FaseBerita.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan menyatakan hingga saat ini, sebanyak enam warga Asahan terpantau masuk dalam status orang dalam pemantauan (ODP) virus corona. Demikian diterangkan Kepala Seksi (Kasi) Pemberantasan Pengendalian Penyakit (P2P) Saprin Sanja, saat ditemui sejumlah wartawan, Kamis (19/3).

“Ada 6 pasien yang masuk dalam ODP Corona, hari ini,” sebutnya kepada wartawan di kantor dinas setempat. Adapun ke enam pasien tersebut tercatat setelah mereka memiliki kesadaran untuk memeriksakan kesehatannya sendiri, di samping sebelumnya mereka memiliki catatan perjalanan ke luar kota atau pulang dari luar negeri.

“Ada 4 pasien terpantau karena kesadaran untuk memeriksakan kesehatannya sendiri, sedangkan 2 ODP lainnya karena melihat riwayat perjalanannya, setelah pulang dari luar negeri,” ujarnya.

Untuk diketahui, virus corona atau Covid-19 saat ini telah banyak memakan korban dari beberapa negara di dunia. Tidak sembarangan mendiagnosa terinveksi penyakit menular antar manusia ini, karena harus melewati sejumlah tingkatan pembuktian di antaranya orang dalam pemantauan (ODP),  pasien dalam pengawasan, suspect, dan positif.

Sejak hari, Jumat (13/3) sampai Kamis (19/3), Dinas Kesehatan Asahan mencatat sebanyak 12 pasien masuk dalam ODP Covid-19, namun saat ini tinggal hanya 6 pasien saja dan statusnya tidak naik.

Pemerintah Kabupaten Asahan melalui dinas kesehatan berupaya memutus mata rantai virus yang baru pertama kali terjadi di dunia ini. Masyarakat diimbau tetap waspada dan menerapkan pola hidup bersih, sehat.

Sementara itu, Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran, membatasi kunjungan keluarga pasien termasuk melarang anak di bawah usia 12 tahun masuk area rumah sakit. Hal tersebut sesuai dengan isi peraturan tertanggal 18 Maret 2020 bernomor: 440 / 830 /2020 terkait upaya meningkatkan kewaspadaan penyebaran Covid-19.

Direktur RUSD HAMS Kisaran dr Edy Iskandar yang menandatangani langsung aturan tersebut menyatakan, hal itu berlaku sampai dengan waktu yang belum ditentukan dan akan ditetapkan kemudian hari bila ada perubahan. Sebelumnya, tenaga medis di rumah sakit pihak rumah sakit telah mempersiapkan diri menghadapi pasien corona dengan menggelar simulasi.

Dalam pemberitahuan disampaikan, meniadakan jam besuk atau jam berkunjung bagi pasien rawat inap/opname. Penjaga pasien rawat inap/opname hanya satu orang dan dalam keadaan sehat.

Selanjutnya, pengantar pasien rawat jalan dan IGD hanya satu orang dan dalam keadaan sehat, serta anak di bawah 12 tahun dilarang berada di area rumah sakit RSUD H. Abdul Manan Simatupang Kisaran.

“Aturan ini kita perketat demi upaya meningkatkan kewaspadaan penyebaran Covid-19,” tutur Edi, kepada wartawan. (per/sr)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button