Berita

6 Komplotan Pembobol Toko di Siantar Dibekuk Polisi, Termasuk Panadah

 

SIANTAR, Fase Berita.ID – Setelah sekian lama bikin masyarakat resah, komplotan spesialis pembobol toko di Pematangsiantar akhirnya dibekuk Satuan Reserse Polres Pematangsiantar.

 

Petugas kepolisian mengamankan enam pelaku dari tempat berbeda. Penangkapan keenamnya berawal setelah korban membuat laporan resmi ke pihak kepolisian Resor Kota Pematangsiantar.

Dalam pengungkapan kasus ini, Kapolres Pematang Siantar AKBP Budi Pardamean Saragih didampingi Kasat Reskrim Iptu Nur Istiono, dalam konfrensi persnya, Kamis (28/11) menghadirkan enam tersangka. Yakni, tiga pelaku pembobol dan tiga penadah.

 

Para pelaku yakni Herdo Bastian Simatupang (36) warga Jalan Pakis, Gang Pajar, Kelurahan Kebun Sayuran, Kecamatan Siantar Timur. Eldo Rado Simbolon (36) warga Jalan Surabaya Kelurahan Dwikora Kecamatan Siantar Barat, dan Jumeidi Piliang (29) warga Jalan Kapten Tandean, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Siantar Timur.

Sementara penadah Heri Fernando Sitepu (37) warga Jalan Gunung Sinabung, Kelurahan Karo, Kecamatan Siantar Selatan, Andrew Purba (33) warga Jalan Sondiraya, dan Herryudi (36) warga Jalan Saudara Gang Lestari, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas.

AKBP Budi Pardamean Saragih menjelaskan, aksi ketiga pelaku sudah berlangsung sejak awal bulan November 2019 lalu. mereka berhasil membobol sedikitnya lima toko di Jalan Sutomo dan Jalan Kartini.

Di antaranya; Toko Asia Komputer Jalan Kartini, Kecamatan Siantar Barat, Toko Baju Number One Jalan Sutomo, Apotek Simalungun Jalan Sutomo, Toko Laptop di Jalan Surabaya, dan Toko Roti France Bakery di Jalan Sutomo Kota Pematangsiantar.

“Ketiga pelaku melancarkan aksinya dengan memanjat tiang listrik di dekat toko. Kemudian mencongkel pintu menggunakan obeng,” terangnya.

Untuk sementara ada beberapa barang bukti yang berhasil diamankan. Di antaranya tuga unit Laptop, tiga unit Hp, dan puluhan Ram Komputer.

“Untuk barang bukti masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” ucapnya.

Akibat aksi ketiga pelaku, jumlah keseluruhan mencapai kerugian sekira Rp600 juta.

AKBP Budi Pardamean Saragih, menjelaskan proses penangkapan keenam tersangaka. Para pelaku dijerat Pasal 363 ayat (1) KUHP dengan hukuman paling lama 7 tahun penjara. (Mag-03)

 

 

 

 

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close