Berita

6 Bulan Honor Guru MDTA Labuhanbatu Tak Dibayar

FaseBerita.ID – Honor selama 6 bulan 595 guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (MDTA) dari 156 sekolah di Kabupaten Labuhanbatu belum dibayarkan.

“Rasanya ingin menjerit, sudah enam bulan. Sebulan Rp 750ribu, jumlahnya Rp 4,5juta per orang jika dibayarkan,” kata FH dan J, yang berprofesi sebagai guru MDTA kepada wartawan, Minggu (19/7).

Diketahui, dari 156 MDTA se-Kabupaten Labuhanbatu, ada sebanyak 595 orang guru pendidik dengan besaran gaji per orang Rp 750ribu per bulannya. Hal itu sesuai dengan peraturan daerah (Perda) yang tertuang dalam dana hibah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) TA  2020 Pemkab Labuhanbatu.

Sebelumnya, menurut Pemkab Labuhanbatu melalui pejabat ASN Bidang Kesra RS dan Adi, sebagai pengelolaan Dana Hibah sumber APBD Pemkab Labuhanbatu, kepada wartawan, Senin (13/7) lalu menyebutkan, Pemkab Labuhanbatu akan membayar gaji 595 orang guru MDTA tersebut.

“Dalam minggu ini kita bayarkan gaji guru tersebut. Namun, tidak enam bulan gaji. Dibayar, hanya terhitung tiga bulan gaji yaitu Januari, Pebruari, dan Maret 2020 saja. Berkas gaji guru sudah kita masukkan ke atasan (Bupati), baru ke bagian keuangan,” jelas Adi.

Sementara itu, Ketua DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Labuhanbatu Aliamsah Ritonga, sebagai wadah para guru-guru MDTA se-Labuhanbatu menjelaskan, bahwa gaji guru MDTA tersebut akan segera dibayarkan. Artinya, dibayar antara, Selasa (14/7/2020) sampai Jumat (17/7/2020).

“Nanti juga dibayar oleh Pemkab Labuhanbatu, yaitu Bupati dalam minggu-minggu ini,” sebut Aliamsah.

Namun sampai saat ini belum di bayar, beredar rumor di bagian Kesra Pemkab Labuhanbatu, bahwa diduga berkas gaji dari 595 orang guru MDTA tersebut masih di tangan Bupati Kabupaten Labuhanbatu H Andi Suhaimi Dalimunthe, bukan di kantor BPKAD) Pemkab Labuhanbatu.

Kepala BPKAD Pemkab Labuhanbatu Indra Sila dikonfirmasi di kantornya, tidak berada di tempat. Menurut petugas Sat Pol PP yang bertugas di BPKAD, Indra sering rapat di ruang rapat bupati dan gedung DPRD Labuhanbatu, ditelpon walau nada dering masuk namun tidak di jawab. (bh/rah)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button