Berita

50.781 Peserta Jamkesda Simalungun Akan di-Non Aktifkan Januari 2020

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Sebanyak 50 781 jiwa peserta Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Simalungun yang ditanggung oleh Pemerintah dalam waktu dekat akan di-non aktifkan.

Jamkesda, pemegang kartu BPJS KIS untuk orang miskin itu tidak akan berlaku lagi untuk 50.781 orang yang sebelumnya ditampung dalam APBD tahun 2019 ini.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPJS Pematangsiantar, Win Dharlan Siallagan dalam rapat di Komisi 4 DPRD Simalungun, Pamatang Raya, Kabupaten Simalungun, Senin (16/12/2019) sekira Pukul 12.00 WIB.

Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi 4, Binton Tindaon didampingi Wakil Ketua DPRD Simalungun, Samrin Girsang dan Andre Andika Sinaga dihadiri anggota DPRD dan para Dirut Rumah Sakit.

“Sesuai data yang ada sama kami, sebanyak 50.781 jiwa peserta PBI dari ABPD Simalungun akan non aktifkan,”ujarnya.

Dijelaskan Win Dharlan Siallagan, pihaknya berempati jika ada Peserta BPJS KIS yang ditanggung pemerintah ditolak atau dipersulit, jika ada laporan atau keluhan peserta kepadanya.

“Kita berempati kalau ada peserta BPJS dibuat seperti itu dan kalau ada laporan sama kita, langsung kita tindak lanjuti ke Rumah sakit, kalau ada terbukti ada misalnya keluhan yang sebenarnya bisa ditangani tetapi tidak dilakukan, ya kita bisa tegur rumah sakitnya,”ucapnya.

Anggota DPRD Simalungun, Bernhard Damanik menanggapi adanya pengurangan BPJS KIS, sebanyak 50.781, mengatakan akan mencari solusinya.

“Ini perlu disosialisasikan kepada Kepala Keluarga yang bersangkutan bahwasanya BPJS sudah dinonaktifkan, karena kita tidak tahu masyarakat itu kapan sakit, mana tahu 1 Januari 2020 sakit. Padahal BPJS-nya sudah nonaktif, inikan menjadi persoalan tahun ini, kita akan tuntaskan bersama Dinas Kesehatan,”sebutnya.

Lanjut Bernhard Damanik, persoalan yang 50.781 jiwa ini adalah persoalan yang sangat besar buat Pemerintah, bagaimana untuk menyikapi hal tersebut.

“Ini persoalan besar, untuk itu kita akan rapat kembali dalam minggu ini bersama Dinas Kesehatan, kami harap Dinas Kesehatan sudah membawa data-datanya dan bagaimana kriteria atau syarat mendapatkan BPJS yang ditanggung oleh pemerintah,”terangnya.

Plt Kadis Kesehatan, Edwin Simanjuntak saat dikonfirmasi via selulernya, menerangkan bahwa tahun 2019 ini, penerima BPJS KIS atau Jamkesda Simalungun sebanyak 86.200 orang.

“Kalau tahun 2019, penerima KIS Jamkesda sebanyak 86200 orang sekira Rp42 Miliar. Kalau tahun 2020 akan ditampung dari APBD sebesar Rp16,7 Miliar,”tuturnya.

Sambung Edwin Simanjuntak, pengurangan sebanyak 50.781 orang itu dan akan di non aktifkan setelah pihaknya memintai data yang akurat dari Dinas Sosial dan Pangulu-Pangulu.

“Yang 50.781 jiwa, itulah pengurangannya, tapi kita masih memintai data yang akurat dari Dinas Sosial dan para Pangulu sampai bulan Maret 2020, untuk dibahas di P-APBD, siapa saja masyarakat yang kurang mampu dan memang benar-benar membutuhkan bantuan,”pungkas.(mag05/fe)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button