Berita

5 Warga Siantar Merampok di Simalungun, Modus Pura-pura Jadi Petugas

3 Ditangkap, 2 DPO

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID -Lima warga Kota Siantar berpura-pura menjadi Petugas, menghadang mobil Pick Up Grand Max, BM 8734 TT dan todongkan pisau ke leher korban.

Peristiwa tersebut di jalan Asahan, Nagori Bangun, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Senin (27/4/2020) sekira pukul 01.10 WIB.

Para pelaku berhasil mengambil dompet berisi uang, 3 unit Handphone serta kunci kontak mobil korban dibawa kabur ke arah Kota Siantar.

Atas kejadian tersebut, korban Rhonny Star Gultom (38) warga Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau itu mengalami kerugian Rp 11 Juta.

Namun setelah dilaporkan ke Polsek Bangun sekira pukul 03.00 WIB, tak berapa lama Petugas Polsek Bangun berhasil 3 pelaku dari Kota Siantar, sekira pukul 17.00 WIB.

Sementara 2 lagi pelaku belum tertangkap, masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) berikut mobil Avanza warna putih yang digunakan oleh para pelaku.

Ketiga pelaku yang ditangkap yaitu, Manuel Patar Halomoan Simanjuntak alias Ucok (22) warga Jalan Pergaulan, Lorong III Parluasan, Kelurahan Sigulang-gulang, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar.

Doni Turedo Tambunan (20) warga Jalan Bah Lias Kanan, Kelurahan Sigulang-gulang, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar dan Elpin Johanes Zebua (22) warga Jalan Mahoni II, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar utara Kota Siantar

Sementara pelaku Bedo (29) warga Terminal Sukadame Parluasan, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar dan Pranata Sianipar (22) warga jalan Merbau, Kelurahan Sigulang-gulang, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar masih buron.

Kapolsek Bangun, AKP Banuara Manurung saat dikonfirmasi via selulernya, Selasa (28/4/2020) sekira pukul 11.00 WIB, membenarkan penangkapan tersebut.

“Ya, kita berhasil menangkap 3 Pelaku, pertama pelaku Doni Turedo Tambunan ditangkap pukul 17.00 WIB dari dalam Warnet Melo di jalan Gotong Royong, Kelurahan Sigulang-gulang,”ujarnya.

Lanjut AKP Banuara Manurung, kemudian Manuel Patar Simanjuntak dan Elpin Johanes Zebua ditangkap di sebuah rumah di Simpang Kerang, Kota Siantar, pukul 20.30 WIB.

Sambung AKP Banuara Manurung menjabarkan peran masing-masing para pelaku yaitu Elpin Johanes Zebua merental mobil dan merangkap sebagai driver.

Pelaku Bedol yang merencanakan aksi, menyiapkan dan melakukan tindakan pengancaman dan kekerasan. Pelaku Pranata memeriksai dalam mobil korban dan mengambil dompet yang berisikan uang.

Pelaku Turedo Tambunan berperan memeriksa mobil dan memantau orang yang lewat dan Pelaku Manuel Patar Simanjuntak berada didalam mobil dan memantau orang.

Dari hasil kejahatan tersebut, Johanes Zebua mendapat bagian Rp 250 ribu. Manuel Simanjuntak mendapat bagian Rp 250 ribu. Turedo Tambunan mendapat bagian Rp 500 ribu ditambah 1 handphone Samsung.

“Sedangkan pelaku Bedol dan Pranata Sianipar mendapatkan 2 handphone dan sisa uang. Atas perbuatannya, maka para pelaku dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan,”sebutnya.

Diketahui, sebelum kejadian korban bersama temannya Rimhot Lumbantoruan (48) melintas di jalan Asahan dengan mengendarai mobil Pick Up Grand Max BM 8734 TT yang dikemudikan oleh Rhonny Star Gultom.

Sadar mobilnya sudah dibuntuti oleh mobil pelaku, karena terus di buntuti, korban mempercepat laju kendaraannya namun pada saat di KM 13, Nagori Bangun, Kecamatan Gunung Malela, korban di pepet dan dihadang.

Korban pun memberhentikan kendaraannya, 3 pelaku langsung turun dari mobil Avanza warna putih modus berpura-pura menjadi Petugas dan dan menuduh korban ada menabrak anjing.

“Kau kencang kali membawa mobil di belakang sana kau tabrak anjingku ganti rugi, keluar kalian, pasti membawa narkoba kalian biar digeledah dulu,”ucap seorang pelaku.

Pelaku langsung mengambil Handphone korban dan seakan-akan melakukan pemeriksaan pada handphone korban dan tiba-tiba pelaku menempelkan dan menekankan sebilah pisau ke leher Rhonny Gultom sambil mengancam.

“Serahkan dompetmu kalau tidak saya lobangi lehermu,”kata pelaku Bedol

Korban Rhonny Gultom dan Rimhot Lumbantoruan pun menyerahkan dompet mereka kepada salah seorang pelaku yang sedang menyenteri isi mobil.

Setelah dompet dan handphone diserahkan kemudian pelaku mengambil kunci kontak mobil korban dan dibawa kabur ke arah Kota Siantar.(mag-05)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button