Berita

5 Warga Pematangsiantar Positif Covid-19

FaseBerita.ID – Pemko Siantar melalui Gugus Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease (Covid-19) menyebutkan sebanyak lima warga Siantar positif terpapar Covid-19.

Kelima orang tersebut merupakan satu keluarga dan tinggal serumah di Jalan Farel Pasaribu, Kelurahan Parsaoran Nauli, Kecamatan Siantar Marihat. Namun, satu orang sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan. Sementara empat lainnya diisolasi di rumah dan tidak diperbolehkan ke luar untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Untuk diketahui, korban sesuai yang tertera di Kartu Tanda Penduduk (KTP) merupakan warga Lampung. Namun mereka sudah dua tahun tinggal di Pematangsiantar.

“Lima orang itu sudah diambil sampel darahnya. Yaitu istri dan anggota keluarga pasien yang sudah positif Corona. Karena kelimanya masuk pada Kelompok Kontak Erat Risiko Tinggi,” kata Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Siantar Kusdianto SH didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Midian Sianturi, Kasatpol PP Robert Samosir, Kadis Kesehatan dr Ronald Saragih, dan Camat Siantar Marihat Robert Sitanggang SSTP, Sabtu (4/4).

Dikatakan Kusdianto, berdasarkan pemeriksaan Rapid Test, dari lima orang yang diambil sampelnya, terdapat empat orang dinyatakan positif terpapar virus Corona.

“Sekarang empat orang ini akan menjalani isolasi diri di rumah. Hal itu sesuai UU No 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan. Namun tetap dalam pengawasan petugas dari Dinas Kesehatan Pematangsiantar. Petugas melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan mereka setiap hari,” katanya.

Selain melakukan pengawasan, pihaknya langsung melakukan penyemprotan disinfektan di kawasan Jalan Farel Pasaribu, yang dilakukan petugas dari kecamatan dan petugas Pemadam Kebakaran untuk melakukan pencegahan penyebaran Covid-19.

Kusdianto berharap kepada masyarakat agar bekerjasama membantu pemerintah dengan mengikuti program-program pemerintah dalam penanggulangan Covid-19. Salah satunya, penerapan pola hidup bersih dan sehat.

“Bagaimana menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan, seperti sering-sering mencuci tangan, hindari berjabat tangan dan berpelukan, etika ketika bersin dan batuk, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan,” imbaunya.

Sudah Sesuai Prosedur

Sebelumnya, Walikota melalui Live Streamingnya di Media Sosial, Jumat (3/4/2020) menyebutkan, satu dari empat yang terpapar Covid-19 itu ternyata sebelumnya sudah dinyatakan Positif, bahkan telah melakukan pengobatan di Rumah Sakit Adam Malik, Medan.

Setelah lima hari melakukan perobatan di rumah sakit tersebut, dan dinyatakan sudah membaik, tanggal 1 April pasien diperbolehkan pulang ke Siantar, setelah sebelumnya yakni tanggal 30 Maret dinyatakan positif.

Hingga akhirnya tanggal 3 April, yang bersangkutan dilakukan isolasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Siantar. Artinya, ada sekitar dua hari pasien tersebut bebas berinteraksi dengan keluarga tanpa pengawasan dari pihak Dinas Kesehatan Siantar. Diduga, dalam kurun waktu selama dua hari tersebut, empat keluarga lainnya terpapar Covid-19.

Hasil lab tersebut dibenarkan Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas RS Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak, Sabtu (4/4/2020). Ia mengatakan, tidak semua Pasien PDP harus dirawat di RS Adam Malik.

“Untuk kasus PDP dengan gejala ringan, diperbolehkan isolasi Mandiri, itu ada dalam pedoman yang terbaru untuk protokoler penanganan Covid-19. Terkait masalah itu kita sudah melakukan sesuai prosedur. Namun, sebelum pasien diperbolehkan pulang, kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan memberitahukan kalau yang bersangkutan sudah positif. Sebab, PDP dengan gejala ringan memang diperbolehkan untuk isolasi Mandiri, itu sudah sesuai aturan,” ujarnya. (Mag 04)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button