Berita

5 Tahun Derita Gizi Buruk, Tubuh Waldi Kian Kurus dan Lumpuh

MADINA, FaseBerita.ID – Waldi Rahmat, seorang anak berusia 11 tahun yang mengalami penyakit gizi buruk selama lima tahun terakhir, kini dirawat di Rumah Sakit Umum Panyabungan.

Buah hati pasangan suami istri Khaidir (53) dan Wati (50) warga Desa Sasaran Kecamatan Natal itu dirawat di ruang kelas I RSU milik Pemerintah Kabupaten Madina.

Sebelumnya, Waldi dibawa berobat ke RSU Husni Thamrin Natal. Namun, akibat ketersediaan fasilitas, ia dirujuk menjalani perawatan di RSU Panyabungan, Waldi beserta orangtuanya tiba di Rumah Sakit pada Jumat sore (13/9/2019).

Pada malam harinya, Waldi dikunjungi anggota DPRD Madina dari Fraksi Partai Hanura, Eveline Sago bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madina dr Syarifuddin, dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madina M Taufik Lubis SH. Tampak hadir Sekretaris Camat Natal mendampingi keluarga Waldi.

Mendapat kunjungan tersebut, orangtua Waldi mengucapkan terima kasih karena anak mereka mendapat perhatian dan bantuan dari anggota dewan dan pemerintah.

Apalagi selama ini, orangtua Waldi yang hanya bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang rendah, mereka tidak mampu membawa anaknya berobat dengan baik. Mereka hanya bisa membeli obat seadanya ke bidan maupun ke apotik.

“Alhamdulillah, kami berterima kasih karena telah diperhatikan dan dibantu ibu Eveline Sago dan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial. Kami hanya orang miskin dan tidak bisa berbuat banyak untuk pengobatan anak kami. Sekarang Waldi sudah bisa berobat di RSU Panyabungan. Ini semua berkat pertolongan semua pihak,” kata Khaidir dan Wati.

Kepala Dinas Kesehatan dr Syarifuddin kepada wartawan mengatakan, Waldi mengalami penyakit PB Paru yang menyebabkan gizi buruk.

“Kita tadi sudah diskusi dengan dokter anak yang menangani Waldi, kita minta supaya diberikan penanganan yang baik, dan harapan kita Waldi segera lekas sembuh dari penyakitnya,” sebut Syarifuddin.

Sementara, Anggota DPRD Madina Eveline Sago kepada wartawan mengaku prihatin melihat warga kurang mampu yang tidak bisa berobat karena keterbatasan biaya. Apalagi, bila harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah yang tentunya memerlukan biaya yang cukup besar.

“Kita prihatin warga kita yang kurang mampu sulit mendapat pelayanan kesehatan, apalagi harus dirujuk ke luar daerah. Tentu memerlukan biaya yang besar,” ujarnya.

“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Karena itu kita berharap Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan supaya mengucurkan anggaran yang lebih besar untuk pengadaan alat kesehatan, sehingga ke depan masyarakat kita bisa terbantu dan terlayani dengan baik tanpa harus dirujuk lagi ke luar daerah. Nanti kami akan menyampaikan ini juga ke Pemerintah Daerah,” tambah Eveline sembari meminta kepada pihak RSU Panyabungan agar memberikan penanganan yang baik untuk kesembuhan Waldi.

Untuk diketahui, Waldi telah mengalami penyakit Gizi Buruk Marasmus ini sejak dia kelas I Sekolah Dasar, yang mengakibatkan kelumpuhan di kakinya. Awalnya dia mengalami penyakit tersebut walaupun tidak bisa berjalan. Ia digendong ke sekolah oleh abangnya dan orangtuanya. Tetapi, ia tidak bisa lagi melanjutkan sekolah, karena penyakit yang ia derita.

Gizi Buruk Marasmus adalah salah satu bentuk penyakit akibat kekurangan gizi yang buruk, dan paling sering ditemui pada balita penyebabnya antara lain karena masukan makanan yang sangat kurang, infeksi, pembawaan lahir, prematuritas, penyakit pada masa neonatus serta kesehatan lingkungan, atau dengan kesimpulan bahwa penderita penyakit ini harus dilakukan perawatan dan pelayanan medis secara intensif.

Wati, Ibu kandung Waldi Rahmat hanya bisa pasrah dengan kondisi itu. Apalagi kondisi ekonomi keluarga mereka tidak memadai. Sehingga tidak bisa membawa Waldi berobat intensif.

Wati dan suami hanyalah sebagai petani yang penghasilannya hanya pas-pasan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Selama ini keluarga hanya bisa membelikan obat ke bidan maupun ke apotik.

Diakuinya, mereka awalnya dibawa ke RSU Husni Thamrin Natal karena dibawa oleh tetangganya guna mendapat perawatan intensif, dikarenakan kondisi penyakit Waldi makin parah.

Lalu, pihak RSU Natal menyarankan supaya Waldi dirujuk ke Rumah Sakit yang lebih baik dan fasilitasnya lebih lengkap. Dan, saat ini pihak keluarga bingung dikarenakan tidak ada biaya bila harus dirujuk ke rumah sakit lain.

Selanjutnya, beberapa pihak yang mengetahui kondisi ini menyarankan dan membantu supaya dirujuk ke RSU Panyabungan. Dan, akhinya Waldi berobat dan dirawat di RSU Panyabunga. Semoga lekas sembuh Waldi. (wan)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close