Berita

5 Pelaku Divonis 8 Tahun, Ibu Korban Panganiayaan Meradang

FaseBerita.ID – Lima tersangka kasus penganiayaan hingga berujung kematian, terhadap korban bernama Marudut Tua Sinaga, divonis selama 8 tahun penjara oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Pematangsiantar, Senin (10/2/2020) sore.

Mendengar putusan itu membuat orang tua korban Marudut Tua, wanita yang sering dipanggil Mak Untung Boru Sitanggang histeris di dalam gedung PN Pematangsiantar.

Lantaran dirinya tidak terima kelima terdakwa divonis selama 8 tahun penjara oleh majelis hakim.

“Tidak setuju aku kalau orang itu (para terdakwa) divonis 8 tahun. Karena sudah mati anakku dibikin orang itu, baru satu hari anak ku pulang dari merantau langsung dimatikan,” tangisnya, saat berada di luar gedung PN Siantar.

Atas putusan itu, menurut Mak Untung, ada dugaan kalau Majelis hakim menerima suap dari pihak terdakwa sehingga divonis 8 tahun penjara.

“Pasti sudah disuap itu hakimnya, makanya bisa segitu hukuman orang itu. Nyawa harus dibayar dengan nyawa, besok-besok kalau orang itu keluar terus matikan orang lagi dihukum segitu jugalah ya. Padahal anak saya tidak ada salahnya,” teriak ibu korban.

“Belum puas aku ngomong sama anak ku setelah dia pulang merantau. Anak ku pas pulang juga bawa uang terus make emas, tapi semua itu sudah tidak ada,”bebernya lagi

Terlihat dalam persidangan, Majelis Hakim Risbarita Simorangkir, M Iqbal dan Rahmat Hasibuan, memonis masing-masing selama 8 tahun penjara terhadap lima orang terdakwa yang terjerat kasus penganiayaan hingga mengakibatkan kehilangan nyawa itu.

Vonis yang dibacakan kepada majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Senin (10/2/2020) sekira pukul 16.30 WIB itu, turun setelah sebelumnya dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Firdaus Maha selama 10 tahun penjara.

Kelima terdakwa yang diketahui bernama Frenki, Rezi Aruanda (tututan dalam berkas terpisah), Jaya Purnama, Rahmat Faisal Sipayung alias Lepak, dan Rizal. Terbukti menganiaya sekaligus menghilangkan nyawa korban (Marudut Tua Sinaga), pada bulan Juli 2019 lalu, tepat nya di Lapangan Merdeka Kelurahan Proklamasi Kecamatan Siantar Barat, Minggu subuh.

Atas kasus itu kelima terdakwa diancam pidana dalam dakwaan alternatif pertama pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHPidana

Diberitakan sebelum kelimanya divonis selama 8 tahun penjara, pada hari Minggu tertanggal 7 Juli 2019 sekira pukul 04.15 WIB, korban Marudut Tua Sinaga bersama dengan temannya berselisih paham dengan terdakwa Frenki dan terdakwa Rezi Aruanda. Karena korban meminta uang secara paksa kepada Frenki dan Rezi.

Hanya saja, niat korban terhadap keduanya tidak berhasil. Sehinga korban dengan temannya meninggalkan terdakwa ke arah Lapangan Merdeka (Taman Bunga).

Kemudian kedua terdakwa dengan menggunakan sepeda motor mencari korban Marudut ke arah Parluasan, namun korban tidak ditemukan oleh kedua terdakwa.

Selanjutnya, saat kedua terdakwa melintas di Jalan Sutomo Simpang Diponegoro, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat.

Kedua terdakwa melihat ada kerumunan orang didepan warung internet (Warnet) 911 dan langsung mendatangi tempat tersebut. Kedua terdakwa melihat ketiga terdakwa (Jaya, Rahmat, Rizal, red) sedang memukul dan menendang korban Marudut Tua.

Kemudian Rezi Aruanda ikut menendang korban, selanjutnya terdakwa Frenki mengambil sebuah kayu dan memukul korban dengan kayu yang dipegang terdakwa hingga tewas di TKP. (Mag-03)

Unefa

Pascasarjana


Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker