Berita

5 Parpol Lapor Dugaan Pelanggaran Pemilu di Dapil I Tapteng

TAPTENG, FaseBerita.ID – Lima Partai Politik (Parpol) melaporkan dugaaan pelanggaran di Dapil I Tapanuli Tengah (Tapteng) yang terjadi saat Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 17 April 2019 lalu. Laporan dilakukan perwakilan partai politik ke Bawaslu Tapteng.

“Ada orang di beberapa tempat di Sarudik, ada di satu dua kelurahan, kami bicara fakta, kami bicara bukti, tidak bicara karang mengarang, tidak bicara menciptakan opini. Orangnya ada, dia merasa tidak pernah datang ke TPS tapi digunakan hak suaranya,” ujar Ketua DPD Partai Nasdem Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani kepada wartawan usai keluar kantor Bawaslu Tapteng, Selasa (23/4) lalu.

Kemudian lanjutnya, ada juga dugaan pelanggaran yang terjadi di Hutanabolon Kecamatan Tukka. “Ada berapa tempat yang kami laporkan, kami berharap ini bisa PSU, khusus Kecamatan Pandan, Sarudik dan Tukka,” tambahnya.

“Kami melihat tim kami, yang tidak datang ke TPS tapi patut diduga seolah-olah nama mereka ikut mencoblos, artinya seolah dia hadir, ada yang sedang berada di laut, kami mau buktikan ini.”

Dijelaskannya, laporan pengaduan yang disampaikan ke Bawaslu Tapteng tersebut tidak hanya dilakukan oleh partai yang dipimpinnya saja, melainkan juga bersama dengan empat partai lainnya.

“Saya ketua partai Nasdem, ada juga dari PAN, ada Hanura, ada PPP dan juga PBB,” katanya.

Bakhtiar juga menuturkan, bahwa bukti dugaan pelanggaran pemilu itu telah disampaikan pihaknya kepada Bawaslu Tapteng dan berharap Bawaslu segera memproses laporan tersebut. “Kami minta C7 daftar hadir apakah ada data mereka,” ucap Bakhtiar.

Selain itu, lanjut Bakhtiar, sesuai informasi yang diterima pihaknya, ada juga data orang yang sudah meninggal dunia menjadi pemilih dan melakukan pencoblosan saat pesta demokrasi yang berlangsung pekan lalu itu. “Bahkan ada yang sudah meninggal digunakan, kami tidak terima ini,” tegasnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Tapteng Sapran Matondang saat dikonfirmasi membenarkan telah menerima pengaduan yang dilakukan oleh 5 partai tersebut.

“Melaporkan ada pelanggaran-pelanggaran di beberapa TPS, Sarudik dan juga Pandan. Kemudian kecamatan Tukka. Jadi laporannya sudah kita terima, setelah ini kita periksa berkasnya, apa yang dituntutnya, apa bukti-buktinya nanti kita lihat lagi,” ucapnya. (dh)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button