Berita

4 Pejabat Pemko Siantar Jadi Tersangka: Walikota Biarkan Kekosongan Jabatan

SIANTAR, FaseBerita.ID – Walikota Pematangsiantar Hefriansyah sampai saat ini belum ada melakukan pergantian beberapa pejabat yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Selama sepekan, ada empat pejabat Pemko yang sudah menjadi tersangka atas dua kasus.

Yakni Kepala dan Bendahara di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) atas kasus pungli terhadap insentif upah pajak.

Saat ini kedua pejabat tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan oleh Polda Sumatera Utara.

Kemudian, Kepala dan Sekretaris Dinas Informasi dan Komunikasi (Kominfo) yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Pematangsiantar atas kasus dugaan korupsi proyek Smart City pada tahun 2017.

Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp400 juta. Memang kejaksaan belum melakukan penahanan terhadap keduanya dengan alasan masih dalam pemeriksaan.

Walikota Pematangsiantar Hefriansyah, Rabu (17/7/2019) kepada wartawan mengatakan, pihaknya hingga saat ini belum ada melakukan pergantian pejabat.

“Untuk mengisi kekosongan kita lihat mekanismenya dulu. Karena ini masih praduga. Kita lihat saja dulu perkembangan lanjutannya,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan Humas Pemko Siantar Hamam Soleh. Pihaknya masih mempelajari regulasinya.

“Kita tanyakan dulu struktur ke BKD. Kita harus pastikan struktur regulasi pekerjaan berjalan dengan baik. Status ini berlaku kepada siapapun karena regulasi menjadi acuan kita,” ujarnya.

Terkait kasus pidana yang dialami pejabat, Soleh mengatakan, untuk keduanya tidak ada bantuan hukum dari pemerintah.

“Tetapi bantuan hukum dari organisasinya mungkin ada. Kalau bantuan hukum dari Pemko tidak ada,” tegas Soleh. (mag04/des)

Unefa

Pascasarjana

Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close