Berita

4 Mahasiswa Asal Sumut Dikarantina di Natuna

FaseBerita.ID – Empat mahasiswa asal Sumut dikabarkan ikut menjalani karantina di Natuna, Kepulauan Riau, bersama 234 warga negara Indonesia yang baru dipulangkan dari Kota Wuhan, Tiongkok, pada Minggu (2/2) lalu. Kini, keempat warga Sumut itu masih menjalani proses karantina hingga 16 Februari 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan mengakui, pihaknya telah mendapatkan informasi terkait warga Sumut yang dikarantina di Natuna usai dievakuasi dari Wuhan. Pun begitu, Alwi mengaku belum mengetahui identitas dari keempat warga yang berstatus mahasiswa tersebut.

“Informasinya begitu, tapi orangnya belum jelas. Jadi memang ada daftarnya untuk beberapa provinsi. Namun, nama dan alamatnya tidak ada,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (5/2).

Kata Alwi, dalam masa karantina, pihaknya tidak bisa ikut mencampuri proses tersebut. Sebab, proses karantina sudah ada tim yang ditugaskan untuk menanganinya. “Jadi sifatnya kita stand by, menunggu petunjuk dari tim pusat saja,” ucapnya.

Meski begitu, pihaknya tidak perlu melakukan langkah-langkah tertentu dalam menghadapi kondisi ini. Ia berharap, dalam kurun waktu 14 hari proses karantina yang dilakukan, tidak terjadi apa-apa sehingga semuanya dapat kembali ke rumahnya masing-masing. “Jadi apabila hasilnya nanti dinilai aman, kita juga tidak perlu mengambil langkah-langkah untuk menindaklanjuti,” sebut Alwi.

Disinggung jika hasilnya positif, maka urusan karantina nantinya akan ditindaklanjuti oleh tim pusat.

Penanganan ini juga sudah dipersiapkan sesuai standar aturan Kemenkes, sehingga tidak perlu diragukan lagi.

Namun, sejauh ini kondisi mereka dipastikan sehat. “Masyarakat tidak perlu panik, jangan terpancing oleh kabar-kabar yang tidak jelas soal virus corona ini, khususnya jika keempat warga ini nanti sudah kembali pulang ke kampung halaman. Sebab, Pemprov Sumut telah melakukan langkah-langkah pencegahan diberbagai pintu masuk terhadap penyebaran virus mematikan tersebut,” tukasnya. (ris/map/smg)

Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close